Dua kawasan tersebut merupakan lahan bekas tambang yang disulap menjadi destinasi wisata dengan konsep agro eduecotourism.
Sedangkan, program Kenakeragaman Hayati (Kehati) yang dilaksanakan PT Timah Tbk di antaranya Program Kampung Reklamasi Air Jangkang, Konservasi Terpadu Rusa Sambar,
Penanam Mangrove dan Tanaman Pesisir, Konservasi Kehati Hutan Kota Muntok, Hutan Kehati Kundur, Minizoo Kundur Park dan Save Mangrove Pulau Kundur.
Baca Juga: Tayang 29 Juni 2023, Ini Sinopsis Drama Korea ‘Revenant’ yang Dibintangi Kim Tae Ri
Anggi Siahaan selaku Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk mengatakan bahwa perusahaan sangat concern terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan ini.
Berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan juga terus dilakukan.
"PT Timah Tbk berkomitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. PT Timah Tbk melakukan penataan lahan bekas tambang dengan melakukan reklamasi dan program lingkungan lainnya," katanya.
Komitmen PT Timah Tbk dalam melakukan pengelolaan lingkungan berkelanjutan ini juga dibuktikan dengan 2 tahun berturut-turut berhasil meraih PROPER EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.***
Artikel Terkait
PT Timah Raih Predikat Saham Terbaik 2022
Sempat Non-Aktif, Senam Bersama PT Timah Kembali Diselenggarakan
PT Timah Tbk Boyong Dua Penghargaan dari ANRI
Program TJSL Beri Manfaat Bagi Masyarakat, PT Timah Tbk Raih Penghargaan Best CSR Award 2023
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Petrokimia Gresik Edukasi Pengelolaan Sampah kepada 50 Murid SD