trending

Jadi Tolak Ukur Kemajuan Galangan Kapal ASEAN, PT PAL Dikunjungi Royal Navy Thailand

Minggu, 18 Juni 2023 | 19:00 WIB
Kunjungan Royal Navy Thailand ke Kantor Pusat PT PAL di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (14/6/2023). (pal.co.id)

Sebagai gambaran, PT PAL Indonesia sebelumnya telah memiliki sejumlah pengalaman bersama beberapa negara dalam pelaksanaan Transfer of Technology (ToT).

Baca Juga: Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023, Enam Kapal Perang Besutan PT PAL Unjuk Teknologi

Beberapa di antaranya meliputi: Jerman dengan produk Fast Patrol Boat dan Passenger Ship, Jepang dengan produk Tanker, Bulk Carrier, dan DAMEN dengan produk sigma class (Light Frigate).

Kunjungan Royal Navy Thailand ke Kantor Pusat PT PAL di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (14/6/2023). (pal.co.id)

Dalam penguatan PT PAL Indonesia, pemerintah memegang peran penting khususnya melalui skema ToT. 

Dari pemaparan manajemen PAL tersebut, Royal Thailand Navy dibuat takjub akan peran perusahaan dalam memperkuat kedaulatan maritim Indonesia.

Baca Juga: Incar Pasar ASEAN, PT PAL Pamerkan Produk ke Kesultanan Brunei Darussalam di HUT ke-62 ABDB

Royal Thailand Navy berharap kunjungan ini bisa memacu industri galangan kapalnya untuk berkompetisi dan unggul di tingkatannya.

PT PAL Indonesia telah berupaya dalam mengembangkan produk hasil ToT untuk armada TNI AL.

Kepercayaan yang diberikan TNI AL selaku pengguna dalam negeri, berupa order yang keberlanjutan baik dari TNI AL dan Kementerian Pertahanan, mampu menimbulkan kepercayaan global (snowball effect).

Baca Juga: Incar Pasar ASEAN, PT PAL Pamerkan Produk ke Kesultanan Brunei Darussalam di HUT ke-62 ABDB

Dalam kesempatan tersebut, Satriyo Bintoro turut menyampaikan kunci kesuksesan PT PAL.

"Kunci PT PAL Indonesia dalam meraih kesuksesan adalah konsistensi, kontinuitas, serta peran pemerintah dalam menumbuhkan dan mengembangkan kapabilitas.

"PT PAL Indonesia sebagai industri strategis yang berjalan di bawah kontrol pemerintah dengan holding DEFEEND ID mendapat dukungan finansial dari pemerintah maupun bisnis yang dibagi menjadi dua sektor sebesar 35% komersial dan 65% militer," paparnya.

Kehadiran DEFEND ID diharapkan dapat mempercepat kemandirian industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri baik dari segi kuantitas, Sumber Daya Manusia (SDM), maupun kualitas teknologinya.

Halaman:

Tags

Terkini