trending

Manajemen Risiko Keuangan Waskita Beton Precast Meningkat Setelah Sukses Transformasi Bisnis

Rabu, 19 Juli 2023 | 11:51 WIB
Ilustrasi. Transformasi bisnis WSBP yang fokus tingkatkan manajemen risiko keuangan perusahaan. (DOK. WSBP)

Kabar BUMN - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) per bulan Mei 2023 memeroleh sekitar 66% kontrak baru yang berasal dari proyek Non Waskita Group.

Keberhasilan tersebut diraih tidak lepas dari komitmen WSBP untuk senantiasa meningkatkan nilai pemegang saham sesuai dengan cita-cita program Transformasi Bisnis yang berlandaskan penerapan tata kelola (Governance), manajemen risiko (Risk), dan kepatuhan (Compliance) perusahaan yang baik.

Dalam penerapan manajemen risiko, manajemen WSBP fokus dalam memperkuat mitigasi timbulnya risiko keuangan yang dapat mengancam kegiatan usaha WSBP, khususnya risiko gagal bayar kewajiban kepada para kreditur dan vendor.

Baca Juga: Implementasikan Transformasi Digital 3D BIM, WSBP Dukung Proyek Strategis Nasional

Vice President of Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menegaskan bahwa manajemen WSBP telah mengimplementasikan strategi untuk memitigasi timbulnya risiko gagal bayar. “Manajemen berkomitmen untuk memastikan pemenuhan hak-hak para kreditur dan vendor melalui penyempurnaan proses bisnis dan penguatan tata kelola serta manajemen risiko,” jelas Fandy.

Adapun strategi yang diimplementasikan tersebut mencakup 1) Meningkatkan pangsa pasar proyek non Waskita Group; 2) Selektif dalam mengambil kontrak kerja atau pesanan baru; 3) Membentuk komite manajemen risiko; dan 4) Meningkatkan efisiensi pada proses produksi.

WSBP terus memperkuat jaringan pemasaran untuk meningkatkan pangsa pasar proyek non Waskita Group seperti proyek yang berasal dari Pemerintah, BUMN, dan Swasta. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi ketergantungan WSBP pada satu sumber pendapatan saja.

Baca Juga: TW II 2023, WSBP Rampungkan Suplai Proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Serbelawan Seksi 3

Selain diversifikasi portofolio pelanggan, WSBP juga sangat selektif dalam mengambil pesanan atau mengikuti proyek baru.

Manajemen WSBP melakukan due diligence yang komprehensif mengenai kemampuan finansial calon pelanggan. Langkah ini diambil dalam rangka memitigasi timbulnya risiko gagal bayar dari pelanggan kepada WSBP sehingga berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.

“WSBP berupaya meminimalisir piutang tak tertagih dari pelanggan,” jelas Fandy. “Oleh sebab itu, kini kami meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan proyek baru, kami analisa kelayakan proyek dan kemampuan bayar dari calon pelanggan,”tambahnya.

Baca Juga: WSBP Lakukan Rehabilitasi, Peningkatan dan Modernisasi Jaringan Irigasi Salamdarma

Dalam rangka melakukan analisa, WSBP telah membentuk Komite Tata Kelola dan Manajemen Risiko atau Komite TKMR. Komite tersebut beranggotakan personil dari berbagai bidang seperti teknis operasional, keuangan, K3LMP, hingga bidang hukum.

Komite TKMR bertugas untuk melakukan analisa atas kelayakan proyek atau pesanan baru serta memformulasikan langkah-langkah mitigasi atas risiko yang mungkin timbul dalam pengerjaan pesanan.

Halaman:

Tags

Terkini