Kabar BUMN - Untuk menghadirkan nilai tambah, PT Angkasa Pura II akan menjalankan program asset recycling di lima bandara yang dikelola perseroan.
President Director AP II Muhammad Awaluddin mengungkap hal tersebut dalam acara Conference on Strategic Projects (PSN): Sustainable Infrastructure Towards Indonesia Emas 2045 yang digelar Rabu (26/7/2023).
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan program asset recycling akan dijalankan pada aset greenfield dan brownfield.
Baca Juga: Angkasa Pura II Dukung Penuh Kesuksesan Gelaran Piala AFF U-19 Women's Championship 2023
Aset greenfield adalah aset yang belum memiliki alat produksi, misalnya tanah atau lahan kosong yang ada di kawasan bandara.
Sementara aset brownfield adalah aset yang sudah memiliki alat produksi, seperti gedung terminal penumpang pesawat di bandara.
“Asset Recycling yang dijalankan AP II adalah memanfaatkan aset eksisting untuk membangun aset baru guna mengoptimalisasi kinerja bandara, memperkuat konektivitas penerbangan dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis,” ujar Muhammad Awaluddin, seperti dikutip KabarBUMN.com dari angkasapura2.co.id, Senin (31/7/2023).
Baca Juga: Musim Libur Sekolah dan Idul Adha, Angkasa Pura II Naikkan Target Jumlah Penumpang
Muhammad Awaluddin juga menyebutkan lima bandara yang memiliki potensi untuk dilakukan asset recycling.
Kelima bandara itu adalah Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Bandara Supadio (Pontianak).
Pada Bandara Soekarno-Hatta, asset recycling dilakukan untuk revitalisasi dan pengembangan Terminal 1, 2 dan 3.
Selain itu, aset tanah juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan Terminal 4 pada 2025-2027 dan Cargo Village.
“Tujuan dari Asset Recycling di Bandara Soekarno-Hatta adalah peningkatan kapasitas sehingga Bandara Soekarno-Hatta bisa melayani 120 juta penumpang per tahun dan mengakomodir 1,5 juta - 2,2 juta ton angkutan kargo.