Seiring dengan tumbuhnya digital loan, digital saving juga tercatat tumbuh kuat sebesar 135,55% (yoy) menjadi Rp729,4 Miliar. Pertumbuhan tersebut juga terlihat pada jumlah user yang terus meningkat menjadi lebih dari 750 ribu CIF.
Baca Juga: Sejarah BRI, Berdiri Jauh Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Penggunaan Aplikasi Raya untuk fitur pembayaran juga tumbuh positif. Transaksi nasabah yang telah menggunakan Aplikasi Raya untuk bertransaksi keuangan sehari-hari mencapai 122.700 kali transaksi dan diharapkan dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan ini tidak terlepas dari inovasi fitur-fitur pada aplikasi Raya yang meliputi transfer, pembayaran (QRIS, e-wallet, pulsa, & pembelian tiket KAI, pembayaran PLN, tarik tunai tanpa kartu, Virtual Account, setor tunai di agen BRILink seluruh Indonesia) .
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan “Kami melihat tren pertumbuhan yang baik dalam bisnis digital kami, hal ini semakin mendorong percepatan kinerja bisnis kami yang sudah on track.”
Baca Juga: Yakin Kualitas Kredit Semakin Baik, BRI Optimis Tatap Semester II 2023
“Kami juga terus memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group guna memperluas akses produk dan layanan perbankan bagi para nasabah serta memberikan pengalaman terbaik dalam bertransaksi perbankan digital,” imbuhnya.
Hasil dari sinergi dengan ekosistem BRI juga semakin nyata dengan adanya kemudahan transaksi bagi nasabah Bank Raya di seluruh Indonesia seperti setor dan tarik tunai lebih dari 650 ribu Agen BRILink, tarik tunai tanpa kartu di lebih dari 21 ribu ATM BRI, serta tarik tunai di lebih dari 20 ribu gerai Indomaret dengan menggunakan aplikasi Raya.
“Ke depan, sinergi Bank Raya dengan ekosistem BRI akan semakin diperkuat melalui berbagai program kolaborasi yang mendorong percepatan inklusi keuangan masyarakat melalui inovasi produk digital saving dan digital lending guna mendukung langkah kami menjadi bank digital pilihan bagi masyarakat,” tutup Bagus.***