trending

Jamkrindo Dorong UMKM Maluku Susun Laporan Keuangan Mandiri

Selasa, 17 Oktober 2023 | 09:00 WIB
Jamkrindo menggelar workshop bagi UMKM di Maluku. (Dok. Jamkrindo)

Baca Juga: Damri Layani Lebih Dari 2.000 Penumpang Selama Gelaran Balapan MotoGP 2023 di Mandalika

Kondisi ini membuat perusahaan atau entitas akan bisa membuat arah kebijakan strategis untuk operasional usahanya.

Laporan yang kedua yakni laporan laba rugi yang merangkum total pendapatan dan pengeluaran entitas usaha.

Dalam laporan ini, dapat diketahui apakah suatu entitas mencetak laba/rugi dalam periode tertentu, biasanya dapat ditentukan per bulan, per kuartal, atau bahkan per tahun.

Untuk laporan laba rugi ini dibutuhkan pemangku kepentingan internal yang berasal dari tim manajemen dan dewan direksi, ditambah investor hingga kreditur (eksternal) untuk mengevaluasi profitabilitas usaha dan membantu menilai tingkat risiko keuangan usaha.

Baca Juga: Air Terjun Instagenic di Gianyar Bali, Jadi Destinasi Liburan yang Cocok untuk Menyegarkan Pikiran

Terakhir, laporan arus kas, fungsinya sebagai alat verifikasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan penggunaan kas perusahaan.

Laporan arus kas ini bisa juga digunakan sebagai penghubung kecocokan di antara dua elemen laporan keuangan laba rugi dan laporan posisi keuangan atau neraca.

Menurut Anggit, ketiga elemen dari laporan keuangan ini menjadi suatu entitas yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan satu sama lain.

Oleh karena itu, pelaku UMKM diharapkan secara mandiri bisa memperbarui laporan keuangan ini.

Mengingat situasi yang serba digital, Jamkrindo juga mendorong para pelaku UMKM melakukan digitalisasi laporan keuangan.

Baca Juga: Dukung Pembangunan Inklusif Disabilitas, Subholding Pelindo Solusi Logistik Gelar Program KEDIP

Pencatatan transaksi keuangan secara digital akan mempermudah UMKM untuk melakukan ragam transaksi keuangan bahkan tanpa mengetahui dasar-dasar akuntansi.

Darmin, seorang konsultan UMKM, yang hadir dalam workshop menyampaikan tantangan pengembangan UMKM di Provinsi Maluku khususnya di Kota Ambon.

Menurut dia, rata-rata pengusaha di Maluku masih membuat laporan keuangan secara manual atau hanya bisa melakukan pembukuan dengan mencatat transaksi.

Halaman:

Tags

Terkini