Platform AI yang diberi nama AeroBuddy ini mengintegrasikan seluruh data-data operasional bandara yang dimiliki AP II. Dengan kata lain, AeroBuddy memiliki basis pengetahuan (knowledge) Big Data AP II.
Baca Juga: Platform Artificial Intelligence Pertama di Bandara Indonesia, AP II Kenalkan AeroBuddy
AeroBuddy akan melakukan analisis data tingkat lanjut (advanced data analytics) terhadap Big Data AP II, untuk kemudian memberikan masukan kepada personel AP II.
AeroBuddy ini nantinya hadir dengan format percakapan melalui teks, di mana penggunaannya seperti halnya platform AI ChatGPT, namun memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait bandara.
Manfaat AeroBuddy bagi AP II, personel dapat merumuskan rencana operasi hanya dalam 1 menit, serta mengetahui potensi kendala operasional. Personel cukup mengetik dan bertanya ke AeroBuddy, maka AeroBuddy akan memberikan solusi.
Baca Juga: AP II Lakukan Transformasi, Traveler Kini Makin Dimanjakan di Bandara Soekarno-Hatta
Ke depannya, AeroBuddy juga akan menjadi salah satu fitur layanan di aplikasi Travelin.
Dengan adanya AeroBuddy di aplikasi Travelin, penumpang dapat mencari tahu berbagai hal dari A hingga Z terkait pelayanan di bandara, operasional penerbangan, komersial di bandara, hingga kapan waktu yang tepat untuk berangkat dari rumah menuju bandara, dan lain sebagainya.
Selain AP II, operator bandara yang masuk ke dalam nominasi FTE APAC Pioneer Awards 2023 antara lain Incheon International Airport Cooperation (Korea Selatan), GMR Group (India), Narita International Airport Cooperation (Jepang) dan beberapa operator bandara di Asia Tenggara.
Baca Juga: Meriahkan Hub Space Kemenhub, AP II Tampilkan Fasilitas Baru dan Modern
Sementara untuk maskapai, nominasi antara lain diberikan kepada AirAsia, All Nippon Airways, Cathay Pacific, Korean Air dan Singapore Airlines.
Untuk diketahui, The Airline Passenger Experience Association (APEX) adalah lembaga nirlaba global dan salah satu asosiasi internasional terbesar dunia di bidang transportasi udara.***