trending

Subholding Pelindo Jasa Maritim Kembali Gencar Tanam Mangrove, Kali Ini Lokasinya di Maros

Minggu, 3 Desember 2023 | 08:30 WIB
Subholding PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) melakukan penanaman mangrove. (jasamaritim.co.id)

Kabar BUMN – Subholding PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menanam mangrove pada Sabtu (25/11/2023) lalu yang bertempat di Dusun Borongkaluku, desa Borimasunggu, Kabupaten Maros.

Aksi nyata ini dilakukan Pelindo Group dalam kolaborasi program bersama Kementerian Koordinator Bidang Kementerian dan Investasi (Marvest), Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLKH) dan Kementerian Kelautan dan Perikatan (KKP).

 

 

Secara nasional, target rehabilitasi mangrove yang ingin dicapai adalah seluas 600.000 Hektar. SPJM menuangkat taget ini dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menanam di lahas seluas 3 Ha.

Baca Juga: Panduan Memilih Outfit Musim Dingin yang Stylish Tapi Tetap Hangat

Untuk rinciannya, Pelindo Group kurang lebih 2.599 ha, dan  SPJM mendapatkan 86 ha, dilansir KabarBUMN.com dari jasamaritim.co.id.

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Direktur SDM dan Umum PT Pelindo Jasa Maritim, Rachmat Prayogi, Direktur Utama PT Equiport Inti Indonesia, Muhammad Ayyub dan Direktur Keuangan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI), Roy Fraser Simanjuntak.

Sementara Kabupaten Maros diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup beserta jajaran pemerintahan kabupaten hingga kelurahan.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Bebas AIDS 2030, IHC Edukasi Preventif AIDS Lewat Komunitas Pelajar Hingga Pekerja

Pada kesempatan ini, Rachmat Prayogi menjelaskan, “Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi mangrove nasional, yang oleh SPJM diprogramkan selama multi years dengan total penanaman direncanakan seluas 86 ha.”

“Di tahun ini (2023), penanaman dilakukan seluas 3 Ha dengan pola penanaman rumpun berjarak, antara rumpun jaraknya 10 meter, selanjutnya diharapkan dapat dituntaskan dalam jangka waktu 5 tahun,“ lanjutnya.

Metode ini dipilih karena memiliki fungsi untuk mengokohkan dan menjerat hara (lumpur), dan juga sebagai tanda adanya kegiatan sehingga nelayan tidak menebar jaring di sana.

Baca Juga: PIS dan KARPOWERSHIP Jalin Kerja Sama Kembangkan Infrastruktur Energi Bersih RI

Halaman:

Tags

Terkini