Teknologi ini mampu menghasilkan air hangat dengan suhu sekitar 37 derajat Celcius hingga 39 derajat Celcius (99 derajat Fahrenheit hingga 102 derajat Fahrenheit).
Baca Juga: PGE Aktif Bantu Padamkan Kebakaran di Gunung Papandayan
Sebelumnya, geotourism juga telah diterapkan di beberapa negara di seluruh dunia.
Salah satunya adalah Blue Lagoon, yang merupakan destinasi pemandian air panas buatan manusia terbesar yang terletak di Islandia.
“Ke depannya, kami berharap proyek ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan riset pengembangan non-konvensional terhadap potensi panas bumi bagi sektor pariwisata,” ujar Julfi.
Baca Juga: Pertama di Dunia, Terobosan Teknologi Geotermal Perwira PGE Kantongi Paten Dari Amerika Serikat
Sementara itu, pada Desember lalu, PGE Area Lahendong dianugerahi PROPER Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan.
Program Sistem Ekonomi Sirkular Mapalus Tumompaso di PGE Area Lahendong telah berhasil memberdayakan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sampingan dan meningkatkan 60,1 persen pendapatan masyarakat setempat.
Mapalus Tumompaso sendiri berhasil mengedukasi lebih dari 1.400 warga setempat melalui beberapa program turunan.
Baca Juga: Izin Eksplorasi Panas Bumi PGE di Seulawah Agam Diperpanjang
Yaitu Usaha Desa Wisata (SADEWI), Kelompok Usaha Bersama Mandiri dan Berdaya Maria (KUBEMADA).
Kemudian, Usaha Ternak dengan Energi Terbarukan, Bank Sampah Setor Jo, dan Konservasi Fauna Endemik Monyet Hitam Sulawesi atau Yaki (Macaca Nigra).
Saat ini, PGE mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan 1 Wilayah Kerja Penugasan dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW.
Baca Juga: Pencatatan Perdana Saham PGE, Targetkan Rp9 Triliun Investasi Energi Hijau
Dari jumlah tersebut 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.***