Sampah anorganik yang dikumpulkan dapat berupa plastik, kertas, kaca, e-waste, metal, dan minyak jelantah.
Baca Juga: 11 Penghargaan yang Diborong Program TJSL Petrokimia Gresik di Ajang ISDA dan ICA 2023
Dimana sampah-sampah tersebut sering kali menjadi beban bagi lingkungan.
“Petrokimia Gresik memandang sampah anorganik yang selama ini menjadi problem lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan perubahan positif,” kata Dwi Satriyo.
Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan di Eco-Dropbox yang tersedia di lingkungan perusahaan.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan di IQA 2023, Salah Satunya Platinum Award
Jumlah sampah yang terkumpul akan dikonservasikan dalam rupiah.
Seluruh karyawan yang berpartisipasi mengumpulkan sampah akan mendapatkan sertifikat donasi bibit mangrove.
“Petrokimia Gresik dalam menjalankan proses bisnisnya bukan hanya berorientasi pada profit, tapi juga ingin menumbuhkan kepedulian dan keterlibatan karyawan dalam pelestarian lingkungan,” jelas Dwi Satriyo.
Pelestarian mangrove sendiri telah menjadi kegiatan rutin Petrokimia Gresik.
Tahun 2023 lalu merupakan awal dimulainya program Charitree 1.0.
Dari program tersebut, Petrokimia Gresik telah menanam sebanyak 3.750 bibit mangrove.
Baca Juga: Terminal Untuk Kepentingan Sendiri Milik Petrokimia Gresik Meraih GPAS Award 2023
Kemudian di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 perusahaan, Petrokimia Gresik juga menanam 5.100 bibit, dan pada program Envirocamp 2023 sebanyak 2.000 bibit.