Kabar BUMN - Selasa (09/01) Himpunan Ahli Teknik Indonesia (HATHI) bersama Jasa Tirta I menyelenggarakan kegiatan pelantikan Pengurus HATHI Cabang Malang pediode 2022-2025 serta kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Permasalahan Banjir Kota Malang.
Kegiatan pelantikan Pengurus HATHI untuk mengukuhkan tenaga kompeten yang telah tersertifikasi di bidang keairan untuk bersama mengembangkan, memanfaatkan dan melakukan penyebar luasan ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan tersebut dilantik Bapak Fahmi Hidayat selaku Ketua HATHI Cabang Malang beserta para pengurus lainnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dr. M. Adek Rizaldi, ST., MTech selaku Sekretaris Umum HATHI mewakili Ketua Umum yang berhalangan hadir.
Setelah pelantikan usai, kegiata FWD diawali dengan sambutan dan keynote speech dari Sekretaris Umum HATHI Dr. M. Adek Rizaldi, ST., MTech mewakili Ketua Umum HATHI.
Baca Juga: Horor itu Dulu, Sekarang Roemah Kentang 1908 di Bandung Sudah Menjadi Tempat Makan yang Aesthetic
Dalam sambutannya, Adek menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan, dimana acara pelantikan dan FGD menjadi penting agar kegiatan tidak hanya melibatkan kegiatan simbolis dalam hal ini pelantikan pengurus HATHI Cabang Malang, namun juga menjadi sarana berbagi informasi terkini dalam sektor keairan khususnya terkait isu banjir di Kota Malang.
Adek juga menjelaskan tentang tantangan pengelolaan risiko banjir saat ini dan di masa yang akan datang.
Disampaikan Adek bahwa pada tahun 2023 terjadi beberapa banjir untuk pertama kalinya di beberapa daerah yaitu Nusa Tenggara dan Papua.
Faktor pertumbuhan penduduk yang berimbas pada terjadinya eksploitasi Sumber Daya Air (SDA) serta kejadian alam menjadi pemicu tergangguny keseimbangan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Adapun disampaikan oleh beliau bahwa penerapan Zero Delta AQ Policy dalam hal ini memberikan ruang untuk air menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan dimaksud.
Zero Delta AQ Policy berpatokan tentang keharusan bahwa tiap bangunan tidak boleh mengakibatkan bertambahnya debit air ke sistem saluran drainase atau sistem aliran sungai.