“Perlu diteruskan agar 21 persen itu rampung semuanya. Jadi betul-betul bisa kita pegang.
Baca Juga: DAHANA Sukses Gelar Breakthrough All Tunnel PLTA Batang Toru
"Bukan hanya urusan amonium nitrat, namun produk lainnya yang impor.
"Harus semuanya diproduksi dalam negeri karena kita memiliki kekuatan untuk itu,” tegas Jokowi.
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 75.000 metrik ton amonium nitrat per tahun dan 60.000 metrik ton asam nitrat per tahun jika sudah beroperasi penuh.
Baca Juga: Menjaga Momentum Pertumbuhan, DAHANA Gelar Rapat Tahunan 2024
Angka tersebut diharapkan mampu menjadi substitusi impor untuk menjawab kebutuhan amonium nitrat dalam negeri.
Kemandirian dalam pemenuhan amonium nitrat ini juga akan meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada produk yang dihasilkan.
Di sisi lain, Direktur Utama PT DAHANA, Wildan Widarman menyebut bahwa pabrik amonium nitrat ini akan beroperasi dengan teknologi tinggi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Lakukan Evaluasi Pencapaian Performance SHE Tahun 2023, DAHANA Gelar Safety Talk Secara Daring
Pengoperasiannya juga akan mengikuti standar operasional pabrik kelas dunia yang berlisensi Sedin-Hailifeng serta memiliki desain sesuai standar internasional.
Reaktor SCR (selective catalytic reduction) dan teknologi paling efektif untuk mengurangi emisi NOx ke lingkungan akan digunakan sehingga lebih ramah lingkungan.
Selain itu, pabrik ini juga mengadopsi teknologi recovery untuk mengurangi konsumsi air raw condensate dan penggunaan energi listrik.
“Kami sangat bersyukur dapat bekerja sama melalui PT KAN dalam membangun pabrik ini.