"Kami akan berkoordinasi dengan maskapai dan regulator terkait penambahan jam operasi ini,” ujar Cin Asmoro.
Di samping itu, AP II juga menetapkan standar waktu layanan pada passenger touchpoint atau titik interaksi penumpang di bandara.
Baca Juga: Jelajah Museum Islam di Indonesia, Belajar Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara Sejak Abad ke 7
Misalnya, pada titik security check point (SCP) untuk pemeriksaan barang bawaan dan SCP untuk pemeriksaan penumpang, ditetapkan waktu tunggu kurang dari 7 menit dan waktu proses kurang dari 3 menit.
Personel dan fasilitas
Cin Asmoro mengungkapkan pada angkutan lebaran 2024, seluruh bandara AP II total menyiagakan 9.416 orang personel.
Terdiri dari personel Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), Apron Movement Control (AMC), Aviation Security, BKO TNI dan Polri, Facility Care, Customer Service, Digital Service dan lain sebagainya.
Sementara itu seluruh fasilitas pun dipastikan siap, seperti fasilitas sisi udara antara lain runway, garbarata, visual docking guidance system (VDGS).
Baca Juga: BSI Berbagi Keberkahan di Bulan Ramadan, Wapres Turut Hadir Berikan Santunan Bagi 333 Anak Yatim
Lalu fasilitas keamanan seperti walkthrough metal detector (WMTD), body scanner, x-ray dan CCTV.
Kemudian juga fasilitas Airprot Rescue and Fire Fighting (ARFF) yaitu armada kendaraan utama dan kendaraan pendukung untuk keadaan darurat.
Cin Asmoro menuturkan bandara-bandara AP II juga telah melakukan uji stres (stress test) terhadap fasilitas-fasilitas yang ada, serta inspeksi keselamatan (ramp check) di terminal penumpang maupun sisi udara.
“Di seluruh terminal penumpang pesawat di bandara juga dioperasikan Terminal Operation Center (TOC) sebagai pusat pengendali terminal."
"Khusus di Bandara Soekarno-Hatta disiapkan Airport Operation Control Center (AOCC) yang dilengkapi peralatan modern sebagai wadah kolaborasi seluruh stakeholder di bandara,” tambah Cin Asmoro.