trending

Mengenal Jasamarga Integrated Digitalmap, Sistem Transportasi Cerdas untuk Rekayasa Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 | 16:00 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menerapkan Intelligent Transport System yang dapat memberikan gambaran situasi secara real time (PT Jasa Marga (Persero) Tbk )

Dalam mendukung operasional jalan tol, JID juga berfungsi sebagai Integrated Tollroad Maintenance System (ITMS). Dengan sistem itu, JID mampu mengelola aset infrastruktur dan pemeliharaan jalan tol.

Baca Juga: Wow, Hutama Karya Catat 1.560.000 Kendaraan Lintasi Jalan Tol Trans Sumatera Selama Mudik Lebaran 2024

Untuk itu, JID telah dilengkapi dengan data-data hasil pengukuran kondisi jalan oleh alat Hawkeye, yakni kendaraan yang dilengkapi dengan perangkat khusus untuk mengumpulkan data teknis berupa perkerasan jalan dan jembatan di ruas tol (ketidakrataan, kekesatan, dan kelendutan).

Menurut Subakti, sistem transportasi cerdas tersebut mengintegrasikan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di Jalan Tol Jasa Marga Group untuk menghasilkan data dan informasi.

Baca Juga: Agar Tidak Bikin Macet, Siapkan Saldo Segini untuk Melintas di Tol

Data itu dianalisis oleh sejumlah tenaga ahli Jasa Marga sebagai dasar pertimbangan bagi otoritas untuk mengambil kebijakan, semisal rekayasa lalu lintas. 

"Hal ini yang membuat Jasa Marga menjadi operator jalan tol dengan sistem pengolah data lalu lintas jalan tol terlengkap dan terpadu di Indonesia,” ujar Subakti.

Untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan, Jasa Marga memantau lalu lintas secara real tim menggunakan teknologi digital counting berbasis radar.

Baca Juga: 7 Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Mengusir Bosan di Dalam Mobil Ketika Terjebak Macet

Termasuk CCTV Analytic berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap kapasitas jalan yang tersedia (VC Ratio). 

Teknologi tersebut menghitung kecepatan minimum yang disepakati, yakni 60 Km/jam, kapasitas maksimum jalan tol dengan V/C ratio di bawah 0,8 di jalur.

Kemudian masa transisi selama kurang lebih 2 jam, serta mempertimbangkan faktor keselamatan.

Ketika volume kendaraan per jam mendekati kapasitas maksimal suatu segmen ruas jalan tol, maka sistem ini memberikan peringatan dini kepada petugas untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

Baca Juga: Atasi Macet, Jasa Marga Jaga Kinerja Pelayanan Transaksi di Gerbang Tol

Lebih lanjut, indikator volume kendaraan per jam bukan hanya diterapkan di jalur tol, namun juga diterapkan pada semua gerbang tol.

Halaman:

Tags

Terkini