Di samping kapasitas yang tersedia untuk memenuhi permintaan penumpang, tingkat keterisian penumpang pesawat (load factor) juga cukup tinggi yakni mencapai rata-rata sekitar 80% untuk setiap penerbangan.
Sementara itu terkait dengan ketepatan waktu operasional (punctuality), bandara-bandara AP II secara umum dapat memenuhi standar waktu untuk berbagai kegiatan seperti misalnya standar waktu pemeriksaan security check point, lalu di area baggage claim dan sebagainya.
“Indikator kesuksesan punctuality juga terlihat dari terjaganya ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) di bandara AP II yang rata-rata berkisar 77% - 80%,” jelas Cin Asmoro.
Adapun terkait dengan pelayanan (service ability), bandara-bandara AP II mampu meningkatkan tingkat pelayanan (level of service) pada angkutan lebaran tahun ini, melalui beragam program aktivasi serta pelayanan personel di terminal penumpang.
“Kami berterima kasih kepada seluruh personel dari berbagai stakeholder yang ada di bandara atas kolaborasi dan koordinasi yang baik dalam memastikan kelancaran dan kesuksesan angkutan lebaran di bandara AP II."
"Kelancaran angkutan lebaran di bandara AP II juga tidak lepas dari dukungan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, serta masyarakat luas,” ujar Cin Asmoro.
Trafik penerbangan
Pada periode angkutan lebaran yang berlangsung 3 - 18 April 2024, jumlah pergerakan penumpang di 20 bandara AP II secara kumulatif tercatat 4,07 juta orang atau naik 5% dibandingkan dengan periode angkutan lebaran 2023 sebanyak 3,89 juta orang.
Jumlah pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan 5% dari sebelumnya 28.108 penerbangan menjadi 29.415.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, jumlah penumpang mencapai 2,50 juta orang atau naik 5%.
Baca Juga: Dua Kali Lipat Tahun Lalu, PLN Nusantara Power Target Perdagangkan 2 Juta Ton CO2 di 2024
Sedangkan untuk pergerakan pesawat sebanyak 16.961 penerbangan atau naik 4%.
Adapun destinasi tersibuk dari Bandara Soekarno-Hatta adalah Denpasar (411.696 penumpang), Medan (307.028 penumpang), Surabaya (242.373 penumpang), Makassar (216.925 penumpang) dan Padang (209.153 penumpang).