Kemudian, Kemensetneg merangkul PT TWC untuk melakukan kerja sama pengelolaan pada tanggal 1 Juli 2021.
InJourney Destination Management kemudian menunjuk anak usahanya, PT Bhumi Visatanda Indonesia (Bhiva) sebagai perusahaan pengoperasi (operating company) dari TMII melalui Perjanjian Kerja Sama Operasional Pengelolaan (KSOP) berdasarkan usul dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku pemegang saham PT TWC.
“TMII terus kami dorong untuk menghadirkan destinasi warisan sejarah dan budaya Indonesia ini dengan pengembangan inovasi digital, tata kelola perusahaan yang tak sekedar instrumental, namun lebih fundamental dan sumber daya manusia yang optimal,” jelasnya.
Baca Juga: Masih Ragu Mau Solo Traveling? Simak 8 Alasan Ini untuk Meyakinkan Diri Segera Mewujudkannya
Sementara itu, Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara RI Gogor Oko Nurharyoko menyampaikan bahwa transformasi TMII telah terlaksana dengan baik menjadi destinasi wisata berbasis budaya.
Yang menggabungkan empat pilar pengelolaannya, yaitu green, culture, smart, dan inclusive.
Dirinya berharap, pengelolaan TMII bisa menjadi pionir pengembangan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan menjadi laboratorium budaya yang hidup.
Dengan memadukan keunggulan nilai budaya lokal dengan inovasi berskala global hingga mampu menjadikan destinasi berkelas dunia.
“Semoga pengelolaan TMII bisa dilakukan secara terpadu dan berintegritas, dengan memastikan efisiensi, efektivitas pengelolaan dengan menerapkan kemajuan teknologi digital serta prinsip Governance, Risk dan Compliance (GRC) yang akuntabel untuk menjamin pencapaian visi dan misi TMII ke depan,” pungkasnya.