Kabar BUMN - Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia melalui program Demonstration Plot (Demplot).
Salah satu contohnya adalah program demplot di Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang berhasil meningkatkan hasil panen padi hingga 100%.
Pupuk Kaltim berupaya untuk meningkatkan realisasi program yang menyasar berbagai wilayah tanggung jawab distribusi perusahaan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: Dirut Pertamina Paparkan Strategi Ketahanan Energi dan Kelestarian Lingkungan di IPA 2024
Petani di Desa Bonto Padang sebelumnya hanya mampu menghasilkan 4-5 ton padi per hektar.
Namun, setelah mengikuti program demplot Pupuk Kaltim, mereka berhasil mencapai hasil panen 10-11 ton per hektar.
Adapun jumalh itu berdasarkan pada perhitungan hasil ubinan ukuran 2,5 x 2,5 Meter yang diterapkan pada lahan seluas 0,5 Ha.
Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hasil rata-rata petani yaitu 100%.
Baca Juga: Ikuti Festival Lampion di Candi Borobudur 2024 Sebagai Puncak Perayaan Trisuci Waisak 2568 BE
Program demplot ini juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan pupuk non subsidi di kalangan petani agar tidak ketergantungan pada pupuk subsidi.
VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty menyebut, upaya ini menunjukkan kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung produktivitas pertanian nasional dan ketahanan pangan, dengan memberikan solusi pertanian berkelanjutan.
Pendorongan demplot pupuk non subsidi ini diharapkan mampu memaksimalkan kapasitas produksi yang makin berdampak terhadap kesejahteraan petani.
"Keberhasilan demplot ini wujud kesinambungan komitmen Pupuk Kaltim untuk terus berinovasi dalam mendukung petani Indonesia." ujar Indah pada Rabu, 8 Mei 2024.
Baca Juga: DAMRI Buka Rute Baru Ponorogo-Tulungagung, Permudah Aktivitas Masyarakat Kaki Gunung Wilis