trending

Menteri BUMN Apresiasi Transformasi HIMBARA Tingkatkan Ekonomi Bangsa

Senin, 7 Maret 2022 | 11:00 WIB

Kabar BUMN -  Di masa pandemi ini, transformasi Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yang terdiri dari BRI, Mandiri, BNI dan BTN, dinilai mampu menjadi motor pemulihan ekonomi nasional. Diharapkan, peran proaktif kelompok bank milik pemerintah tersebut dapat tetap berlanjut pada tahun ini guna memulihkan sekaligus membantu ekspansi para pelaku bisnis. 

Sepanjang 2021 lalu, HIMBARA berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dengan perolehan laba yang melesat. Kelompok bank pelat merah tersebut secara total mampu meraup laba sebesar Rp72,05 triliun pada akhir Desember 2021. Angka tersebut mengalami peningkatan pesat hingga 78,06% dibanding tahun 2020 yang hanya sebesar Rp40,34 triliun.

Perolehan laba total sepanjang tahun 2021 tersebut jika dirinci menunjukkan BRI mampu mencetak laba terbesar hingga Rp30,76 triliun. Sementara Mandiri meraup laba Rp28,03 triliun, BNI Rp10,89 triliun dan BTN menyumbang senilai Rp2,37 triliun. 

Kinerja HIMBARA ini dinilai Pengamat Perbankan, Paul Sutaryono, sangat positif. Apalagi jika melihat tugas HIMBARA sebagai agent of development yang mendapat banyak tuntutan dari berbagai pihak untuk menjadi pionir dalam menggairahkan sektor riil. 

Keaktifan HIMBARA dalam mencari ceruk pertumbuhan berkualitas di masa pandemi bertujuan agar penyaluran dapat tumbuh lebih positif pada tahun kedua pandemi. Hal ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja guna meningkatkan kembali kapasitas produksi industri, sekaligus memulihkan daya beli masyarakat. 

“Caranya bank pemerintah wajib mengucurkan kredit ke sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu, bank pemerintah suka tak suka harus menyalurkan kredit ke sektor manufaktur, pertanian, dan infrastruktur,” ujar Paul, pada Senin (21/2) lalu. 

Sebagai gambaran, HIMBARA telah memberi mandat pada BNI sebagai bank yang go global. Paul melihat, pengalaman BNI dalam perdagangan internasional sudah berjalan lama dan menjadikan trade finance sebagai spesialisasi bisnisnya.

Terlebih, BNI turut didukung minimal enam kantor cabang luar negeri yang berada di New York, Tokyo, London, Hong Kong, Singapura, dan Seoul. "Apalagi jumlah kantor cabang luar negeri akan terus bertambah sebagai sayap bisnis internasional,” kata Paul. 

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, investasi yang tidak murah akan menjadi tantangan terbesar bagi kinerja HIMBARA ke depannya. Apalagi bagi bank-bank yang baru mempunyai anak usaha bank digital. Sebab, selain untuk pengembangan aplikasi, investasi juga diperlukan untuk user experience dan cyber security. 

“Bank BUMN yang punya anak usaha bank digital di tahun-tahun awal biaya operasionalnya meningkat signifikan, modal yang dibutuhkan untuk investasi dari bank konvensional,” papar Bhima. 

Bhima mencontohkan BNI sebagai bank yang akan meluncurkan bank digital melalui akuisisi Bank Mayora. Pembentukan bank digital ini memerlukan investasi awal di bidang teknologi, SDM, serta sistem pelayanan. Bhima mengatakan bahwa investasi itu pasti akan sangat mahal dan menguras modal tahun awal. 

Lebih lanjut Bhima memaparkan, tantangan lainnya yang akan dihadapi BNI adalah belum adanya ekosistem e-commerce atau ride hailing seperti yang dimiliki bank digital swasta. “Meski demikian, ke depan setelah model bisnis teruji dan dapat respons positif dari nasabah, akan meningkatkan profitabilitas BNI,” ujar Bhima. 

Keberhasilan BNI mengembangkan bank digital, lanjut Bhima juga dipastikan akan berdampak pada prospek saham BBNI. Apalagi jika bank digital milik BNI bisa melakukan customer acquisition secara cepat. 

“Prospek saham BNI cukup positif. Saham BBNI dalam enam bulan terakhir melesat 45,6% juga dipengaruhi oleh ekspektasi pengembangan anak usaha bank digital,” kata Bhima. 

Sementara itu, Menteri BUMN RI, Erick Thohir, mengapresiasi kinerja gemilang dari HIMBARA. Erick mengungkapkan pencapaian tersebut merupakan buah dari hasil transformasi dan efisiensi yang saat ini tengah dilakukan oleh Kementerian BUMN beserta seluruh perusahaan BUMN. 

Halaman:

Terkini