Kabar BUMN - Pupuk Kaltim berinisiatif meluncurkan Program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA) di Dusun Babadan, Magetan.
Upaya ini dilakukan Pupuk Kaltim untuk meningkatkan komitmen dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui inisiatif untuk mengurangi dampak negatif pertanian konvensional dan mendorong terciptanya ekonomi sirkular di sektor pertanian.
Pupuk Kaltim menggiatkan kembali pemanfaatan kompos guna mengurangi penggunaan pupuk kimia berlebihan.
Baca Juga: Jadwal Kereta Panoramic Periode Juli 2024, Pesan Tiketnya Sekarang di Aplikasi Access by KAI
Sehingga para petani dapat menerapkan pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan untuk memaksimalkan potensi komoditas pertanian.
Tujuan ini diusung melalui Program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA), yang mengintegrasikan kelompok tani, peternakan, perikanan, UMKM.
Kemudian koperasi menjadi satu kelompok besar di Dusun Babadan, Desa Kepuh Rejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Baca Juga: Spot Kuliner Halal di Thailand, Muslim Wajib Mampir Kalau Sedang Jalan-jalan di Negeri Gajah Putih
Gagasan PKT BISA dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pelestarian lingkungan, khususnya daya dukung lahan pertanian yang lebih terjaga secara berkelanjutan.
Hal ini dicapai melalui pendampingan berkelanjutan untuk mencapai sasaran program, dengan tujuan akhir mewujudkan masyarakat yang tangguh dan mandiri di berbagai sektor.
"Inisiatif ini sejalan dengan visi Pupuk Kaltim untuk menjadi perusahaan terdepan dan berwawasan lingkungan."
"Karena kami percaya bahwa pertanian kompos terpadu merupakan solusi efektif menghadapi tantangan global terkait keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan," kata VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, Jumat (28/6/2024).
Dusun Babadan menghadapi masalah kesehatan tanah akibat penggunaan pupuk kimia berlebih, yang menyebabkan kualitas dan kesuburan tanah yang bertekstur pasir menurun setiap tahun.