Kabar BUMN - Dalam upaya mendukung swasembada gula nasional, Perum Perhutani dan PT PG Rajawali I resmi menjalin kerja sama strategis di sektor budidaya tebu.
Penandatanganan kontrak kerja sama ini berlangsung di Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru, Madiun, pada Senin (4/11).
Hadir dalam acara ini antara lain Kepala Divisi Multi Usaha Kehutanan Perhutani, Errik Alberto; Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi; Kepala Divisi Regional Jawa Timur, Wawan Triwibowo; serta Direktur Operasional PT PG Rajawali I, Nanik Sulistyawati dan General Manager PG Rejo Agung Baru, Ananda Esmas, beserta jajarannya.
Baca Juga: PEPC Bersama IDFoS dan Perhutani Libatkan Para Pihak Lakukan Konservasi Kawasan Hutan
Kerja sama ini meliputi kemitraan budidaya tebu untuk musim tanam 2024/2025 antara Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dan Jawa Timur bersama PT PG Rajawali I unit PG Rejo Agung Baru.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas tebu, menjamin pasokan bahan baku tebu bagi pabrik gula, serta memperlancar proses produksi gula kristal putih (GKP).
Di kesempatan terpisah, Direktur Operasional Perhutani, Natalas Anis Harjanto, menyampaikan optimisme atas kerja sama ini.
Menurutnya, Perhutani berupaya memanfaatkan potensi lahan secara optimal demi mendukung ketahanan gula nasional.
"Kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada gula.
"Dengan memaksimalkan potensi lahan yang ada, kami yakin dapat meningkatkan produksi tebu," ujar Anis, seperti dikutip KabarBUMN.con dari perhutani.co.id, Kamis (7/11/2024).
Kemitraan ini akan memanfaatkan lahan seluas 1.986,550 hektare di Jawa Timur yang berada di bawah pengelolaan KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Ngawi, Saradan, Nganjuk, Bojonegoro, Jombang, dan Mojokerto.
Di Jawa Tengah, lahan yang dikelola oleh KPH Gundih, Surakarta, Cepu, Purwodadi, Mantingan, dan Blora seluas 338,610 hektare juga akan digunakan dalam proyek ini.