trending

Sepanjang 2024, Pupuk Indonesia Salurkan 6,6 Juta Ton Pupuk Bersubsidi untuk Petani di Seluruh Indonesia

Sabtu, 4 Januari 2025 | 12:00 WIB
Sepanjang 2024, Pupuk Indonesia telah salurkan 6,6 juta ton pupuk bersubsidi. (pupuk-indonesia.com)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat pencapaian luar biasa dengan menyalurkan 6,6 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar di seluruh Indonesia hingga akhir November 2024.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, di Jakarta, Jumat (29/11/2024).

“Hingga 26 November, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sudah mencapai 6,6 juta ton atau 87,7 persen dari kontrak kami dengan Kementerian Pertanian sebesar 7,54 juta ton,” ungkap Tri.

Baca Juga: Bergabunglah dengan PT Pupuk Indonesia: Dibuka Lowongan Magang BUMN di Bidang SDM!

Awalnya, alokasi pupuk bersubsidi di awal tahun 2024 hanya sebesar 4,7 juta ton.

Namun, pada April 2024, Pemerintah menambah anggaran untuk produksi pupuk bersubsidi hingga setara 9,5 juta ton.

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Ikuti Program Magang BUMN dari Pupuk Indonesia, Daftar Melalui Link Berikut untuk Mengisi Posisi Manajemen dan Pengembangan SDM

Penambahan ini kemudian disusul penerbitan Surat Keputusan (SK) oleh kepala daerah di seluruh Indonesia.

Namun, penerbitan SK yang baru terlaksana pada pertengahan tahun menyebabkan penyaluran pupuk sempat mengalami keterlambatan.

Dari total 6,6 juta ton pupuk yang telah disalurkan, rinciannya adalah:

Baca Juga: PT Pupuk Indonesia Niaga Buka Loker BUMN untuk Disabilitas Tunadaksa, Simak Kualifikasi Serta Posisinya

  • Urea: 3.361.040 ton
  • NPK: 3.210.755 ton
  • Pupuk organik Petroganik: 38.419 ton
  • Adapun kontrak tambahan mencakup Urea sebanyak 3.621.860 ton dan NPK sebanyak 3.419.661 ton.

Baca Juga: Ikuti Kompetisi Jurnalistik Pupuk Indonesia, Raih Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Tri Wahyudi Saleh juga mendorong petani memanfaatkan sisa alokasi pupuk yang tersedia hingga akhir tahun, terutama di musim tanam Oktober-Maret.

Pemerintah telah mempermudah prosedur penebusan pupuk bersubsidi.

Halaman:

Tags

Terkini