trending

Kejar 1 Juta Sambungan Jargas di Tahun 2025, PGN Targetkan Tambahan 200 Ribu Jargas Baru di Sumatera dan Jawa

Senin, 3 Februari 2025 | 19:30 WIB
Agresif perluas akses energi bersih dan efisien, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) targetkan tambahan 200.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas) baru. (DOK. PGN)

Kabar BUMN - Agresif perluas akses energi bersih dan efisien, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) targetkan tambahan 200.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga baru.

Jumlah sambungan jargas baru tersebut untuk mencapai 1 juta sambungan rumah (SR) sampai dengan tahun 2025.

Pengembangan jargas baru akan dilakukan di Sumatera dan Jawa, seiring komitmen perusahaan untuk mendukung transisi energi nasional.

Baca Juga: PGN Kolaborasi dengan SMPN 34 Depok untuk Ciptakan Sekolah Energi Berdikari

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko mengungkapkan, program jargas rumah tangga menjadi salah satu solusi strategis untuk memberikan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Dengan jargas, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pada LPG dan beralih ke energi yang lebih hemat dan stabil. Program ini juga mendukung efisiensi subsidi pemerintah hingga ratusan miliar rupiah,” ungkap Arief.

Sampai dengan 2024, jargas telah tersambung di lebih 815.000 rumah tangga dengan panjang pipa jargas mencapai 20.000 km. Kedepannya, PGN siap menjalankan peran dan gotong royong pengembangan jargas.

Baca Juga: Kinerja Fundamental Kuat, Moody's Naikkan Rating PGN ke Baa2

Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo, menambahkan PGN telah menyiapkan belanja modal (capex) di tahun 2025 senilai US$338 juta.

Sebanyak 67% capex ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur gas bumi, termasuk program jargas dan proyek infrastruktur strategis lainnya serta pengembangan teknologi rendah karbon seperti CNG dan LNG.

PGN menargetkan peningkatan volume penyaluran gas sebesar 12% di 2025, didorong potensi permintaan gas dari kawasan industri utama di Sumatera dan Jawa.

Baca Juga: Optimalkan Pemanfaatan LNG Tangguh, PGN Gandeng BUMD Papua Barat

Kemudian sebesar 33% dari capex dialokasikan untuk pengembangan di segmen hulu seperti eksplorasi di WK Pangkah, Ketapang, dan Fasken, serta mengajukan perpanjangan kontrak WK Muara Bakau.***

Tags

Terkini