Kabar BUMN - Pelita Air jalin kerja sama dengan Bali International Hospital (BIH) untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi penumpangnya serta memperkuat promosi medical tourism di Bali.
Kesepakatan ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Niaga Pelita, Asa Perkasa dan Direktur Utama BIH, Dewi F. Fitriana.
Pelita Air memahami pentingnya akses terhadap layanan kesehatan selama perjalanan sehingga sinergi ini salah satu langkah strategis dalam memberikan nilai tambah bagi para penumpang.
Baca Juga: Pencapaian Tahun 2024 Mendorong Pelita Air Optimistis Menambah Enam Unit Airbus A320 di 2025
Direktur Niaga PT Pelita Air Service, Asa Perkasa mengatakan, Pelita Air berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa penumpang kami memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, baik sebelum maupun setelah perjalanan mereka,” katanya.
Melalui kemitraan ini, pelanggan Pelita Air akan mendapatkan akses eksklusif ke layanan kesehatan berkualitas di BIH, termasuk medical check-up, rawat inap, rawat jalan, layanan gawat darurat, serta fasilitas kesehatan lainnya.
“Pelita Air selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan pelanggan kami. Kerjasama ini juga sejalan dengan visi kami dalam mendukung pengembangan medical tourism di Indonesia,” tambahnya.
Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, kerja sama ini juga mencakup berbagai program pemasaran bersama.
Termasuk beragam rencana kampanye digital, serta kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) dan influencer guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam perjalanan udara sebagai bentuk dukungan menjadikan Bali sebagai destinasi utama pariwisata medis di Indonesia.
Baca Juga: Pelita Air Buka Rute Jakarta-Lombok, Dukung Pengembangan Destinasi Prioritas
Sejalan dalam misi mendukung pariwisata medis, Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital Dewi F. Fitriana menyatakan antusiasmenya dalam kerja sama dengan Pelita Air.
“Dengan dukungan Pelita Air, kami optimis dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan kami serta memperkuat posisi Bali sebagai pusat medical tourism unggulan,” ucap Dewi.***