trending

Forum Bisnis Rusia-Indonesia 2025: Bio Farma Unjuk Inovasi Global

Minggu, 20 April 2025 | 12:00 WIB
Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati pada sesi pemaparan di kegiatan Russia-Indonesia Business Forum. (biofarma.co.id)

Kabar BUMN - Bio Farma menjadi salah satu pembicara utama dalam Russia-Indonesia Business Forum yang berlangsung pada 14–15 April 2025 di Jakarta.

Acara ini digelar oleh Rosscongress Foundation bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), dengan tujuan mempererat hubungan bilateral serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara Rusia dan Indonesia.

Forum ini dihadiri oleh berbagai perwakilan, mulai dari instansi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi riset dari Indonesia, Rusia, negara ASEAN, serta Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Baca Juga: Zone 73: Tempat Seru di Bandung yang Buka Sampai Tengah Malam, Ada Gokart!

Diskusi lintas sektor ini membahas isu-isu strategis, mulai dari perdagangan, transportasi, energi, pertanian, industri halal, hingga pendidikan dan integrasi kawasan.

Yuliana Indriati, Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, hadir sebagai panelis bersama tujuh pembicara lain dari institusi ternama seperti OZK Group, RUSGRAIN UNION, PT Pos Indonesia, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, GAPKI, FESCO Transportation Group, hingga Binnopharm Group.

Mereka menyampaikan materi dalam sesi bertema “Moving from Trade to Collaboration: Priorities and Tasks”.

Baca Juga: Promo DAMRI Imperial Suites: Nikmati Perjalanan Mewah Jakarta–Malang Hanya Rp400 Ribu Pulang-Pergi!

Dalam presentasinya, Yuliana menjelaskan perjalanan Bio Farma dari produsen vaksin menjadi perusahaan life science berskala global.

“Bio Farma berangkat dari sebuah fasilitas produsen vaksin pada awal pendiriannya, hingga menjadi salah satu Perusahaan life science berdaya saing global saat ini."

"Selain produksi vaksin, Bio Farma juga saat ini memasarkan produk radiofarmaka siklotron, salah satu yang pertama di Indonesia, serta penyediaan produk perangkat pemeriksaan dini (diagnostic-kit) untuk pengecekan Tuberkulosis di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Klinik Natasha Group Kini Didukung Layanan Digital BSI

Yuliana juga menekankan pencapaian Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi dalam menembus pasar internasional.

“Selain itu, sebagai holding BUMN di bidang farmasi, Bio Farma bersama dengan anak perusahaannya telah berhasil menembus pasar global dengan mengekspor produk ke lebih dari 150 negara, mencerminkan kapasitas industri yang kuat dan kepercayaan internasional terhadap kualitas produk farmasi Indonesia,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini