trending

MIND ID dan PT Timah Akselerasi Hilirisasi Mineral yang Jarang Dimiliki Negara-negara Lain

Jumat, 25 April 2025 | 11:00 WIB
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan bersama Direktur Pengembangan Usaha MIND ID Dicky Octa Zahriadi berkunjung ke fasilitas pilot plan pengolahan monasit di Tanjung Ular, Rabu (23/4/2025). (DOK. MIND ID)

Kabar BUMN - PT Timah, bersama MIND ID, terus mengakselarasi pengembangan mineral logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) dengan mengembangkan Pilot Plan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Fokus Utama Pilot Plan LTJ ini yakni revitalisasi fasilitas pilot plant pengolahan monasit untuk dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari pengembangannya.

Untuk memastikan pengembangan tersebut, Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan bersama Direktur Pengembangan Usaha MIND ID Dicky Octa Zahriadi berkunjung ke fasilitas pilot plan pengolahan monasit di Tanjung Ular, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: MIND ID Targetkan Pasok Energi untuk Elektrifikasi Seluruh Sumatera

Dany menyampaikan Grup MIND ID melalui PT Timah memiliki kelolaan mineral logam tanah yang jarang dimiliki oleh negara-negara lain.

Indonesia memiliki kemampuan untuk memproses itu di dalam negeri sehingga nilai tambah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Dengan pengembangan rare earth element ini, kami yakin Indonesia mampu menjadi basis bagi pengembangan ekosistem industri strategis masa depan,” katanya.

Baca Juga: Tekan Impor Bahan Baku Industri, MIND ID Kembangkan Produksi Asam Sulfat dan Caustic Soda

Dicky Octa Zahriadi menambahkan, pada tahun 2024 pengembangan berfokus pada pencarian mitra teknologi untuk mempercepat pemrosesan monasit menjadi produk Mix Rare Earth Carbonate sebagai tahap awal sebelum pabrik komersial dibangun.

“Untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan monasit, PT Timah Tbk bekerja sama dengan berbagai lembaga mitra teknologi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Selain itu, Dicky juga menjelaskan bahwa Rare Earth Element mengandung thorium yang dapat dioptimalkan menjadi sumber energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Baca Juga: Indonesia Simpan Cadangan Tembaga Terbesar Ketujuh di Dunia, MIND ID Perkuat Hilirisasi untuk Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Adapun, Pilot Plan pengembangan REE PT Timah telah dimulai sejak tahun 2010 silam, namun dalam perjalanannya, ada beberapa tantangan yang dihadapi.

Seperti ketersediaan teknologi pengolahan yang terbukti dan dapat diimplementasikan secara komersial masih terbatas, kebutuhan akan mitra strategis yang memiliki teknologi dan pengalaman.

Halaman:

Tags

Terkini