ID FOOD Mulai Giling Tebu 2025, Targetkan Produksi Gula Nasional Tembus 350 Ribu Ton

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 25 April 2025 | 07:30 WIB
Kegiatan simbolis Buka Giling ID FOOD digelar di Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, Malang, pada Kamis (24/4/2025) (Dok. ID FOOD)
Kegiatan simbolis Buka Giling ID FOOD digelar di Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, Malang, pada Kamis (24/4/2025) (Dok. ID FOOD)

Kabar BUMNHolding BUMN Pangan, ID FOOD, resmi mengawali musim giling tebu tahun 2025 dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional sekaligus mendorong efisiensi operasional pabrik gula.

Kegiatan simbolis Buka Giling ini digelar di Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, Malang, pada Kamis (24/4/2025), dipimpin langsung oleh Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo.

Ghimoyo menyatakan bahwa dimulainya proses giling tahun ini menunjukkan kesiapan yang lebih matang dari pabrik-pabrik gula ID FOOD.

Baca Juga: ID FOOD Bersama Pelni, Jasa Raharja, dan Perhutani Hadirkan Posko Mudik Bersama BUMN 2025 di Pelabuhan

“Proses giling yang mulai berlangsung ini akan dioptimalkan untuk menerima dan mengolah tebu matang dari mitra petani.

"Hal ini baik untuk keberlanjutan serta untuk menjaga kualitas rendemen tebu yang sudah matang,” ujarnya.

Tahap awal musim giling dimulai di Jawa Timur, tepatnya di PG Rejo Agung Baru (Madiun) dan PG Krebet Baru (Malang), yang dikelola oleh anak perusahaan ID FOOD, PT PG Rajawali I.

Baca Juga: ID FOOD Fasilitasi Mudik Gratis 2025, Ratusan Pemudik Berangkat ke 3 Provinsi

Pada tahun ini, PT PG Rajawali I menargetkan produksi gula mencapai 212 ribu ton, meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 208 ribu ton.

Dari target tersebut, PG Krebet Baru menyumbang 156 ribu ton dan PG Rejo Agung Baru 56 ribu ton.

Tak hanya produksi gula, volume tebu yang digiling juga naik menjadi 2,7 juta ton, dengan rincian 1,9 juta ton dari PG Krebet Baru dan 800 ribu ton dari PG Rejo Agung Baru.

Baca Juga: ID FOOD Percepat Distribusi Daging Jelang Lebaran, Stok Aman!

Sementara itu, luas areal tanam tebu ditargetkan tumbuh menjadi 37 ribu hektare, meningkat dari 36 ribu hektare di tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Ghimoyo menekankan pentingnya sinergi lintas pihak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini