Tak hanya itu, saldo emas BSI mencapai 621 kg, menandakan tingginya antusiasme nasabah terhadap produk emas.
Baca Juga: Musim Telah Usai! PLN Mobile Proliga 2025 Jadi Wadah Munculnya Bintang Voli Muda Nasional
Pertumbuhan bisnis emas BSI per Maret 2025 tercatat melonjak 81,99% YoY menjadi Rp14,33 triliun.
Produk Cicil Emas menyumbang pertumbuhan terbesar dengan nilai Rp7,37 triliun, meningkat 168,64% YoY, diikuti Gadai Emas sebesar Rp6,96 triliun yang tumbuh 35,65% YoY.
Dari segi kontribusi terhadap FBI, bisnis emas menyumbang 17,81%, sementara lini e-channel dan treasury juga mencatat peningkatan pendapatan.
Baca Juga: 5 Cara Agar Selama Liburan Tetap Bisa Olahraga Ringan untuk Menjaga Kebugaran Tubuh
Wisnu menyampaikan bahwa lini bisnis emas menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan BSI di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
“Ke depannya bisnis emas akan menjadi new growth engine di segmen pembiayaan konsumer dan bagian dari diversifikasi portofolio untuk menjaga stabilitas pendapatan perusahaan. Sementara dari sisi funding, BSI akan memfokuskan dana murah dari produk haji,” ujar Wisnu.
Dengan strategi transformasi digital dan ekspansi produk berbasis syariah seperti emas, BSI menunjukkan arah pertumbuhan yang menjanjikan untuk jangka panjang. Hal ini turut memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek saham BRIS ke depan. ***