trending

Transformasi Hijau Tanjung Enim: PTBA Wujudkan Kota Wisata Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Senin, 26 Mei 2025 | 12:30 WIB
Botanical Garden seluas 17 hektare yang dibangun PTBA untuk dukung transformasi Muara Enik menjadi kota wisata ramah lingkungan. (ptba.co.id)

Klawas Waterpark: Destinasi Baru Penuh Keceriaan

Baca Juga: Beasiswa BIDIKSIBA PTBA Bantu Anak Buruh Harian Raih Impian Duduk di Perguruan Tinggi

Menambah daya tarik Tanjung Enim sebagai destinasi wisata, PTBA menghadirkan Klawas Waterpark, sebuah taman bermain air yang menjadi oase kegembiraan baru bagi masyarakat.

Proyek ini telah menuntaskan pengembangan Tahap 2 dan diresmikan pada 11 April 2025 dalam rangka HUT ke-44 PTBA.

Wahana seru seperti kolam arus, kolam anak, boomerang slide, dan multi-slide kini dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Baca Juga: Mereka yang Tak Pulang: Kisah Pekerja PTBA Jaga Pasokan Energi Saat Lebaran

"Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di Tanjung Enim, sesuai dengan cita-cita kita bersama menjadikan Tanjung Enim sebagai kota wisata," ujar Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.

Data menunjukkan, sepanjang 2024, lebih dari 58.000 orang telah mengunjungi area seluas 3.200 meter persegi ini.

Tak hanya menjadi magnet wisata, Klawas Waterpark juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Ikut Sukseskan Program Mudik Gratis BUMN 2025, Ratusan Pemudik Pulang dengan Nyaman

Seluruh tenaga kerja direkrut dari masyarakat sekitar, dan UMKM kuliner lokal turut dilibatkan melalui penyediaan stan makanan.

Bagi PTBA, keberlanjutan adalah landasan utama dalam setiap inisiatif.

Perusahaan terus berinvestasi pada sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan demi menghadirkan manfaat jangka panjang.

Baca Juga: Didukung PTBA, Sugeng Priyanto Sukses Jadi Peternak Lele

Melalui berbagai terobosan ini, PTBA bertekad menjadikan Tanjung Enim sebagai kota wisata yang mandiri, sejahtera, dan berwawasan lingkungan bagi generasi masa depan.***

Halaman:

Tags

Terkini