Salah satu langkah konkret dilakukan di Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, dengan membangun satu pabrik modern pengganti dua pabrik tua, yang diproyeksikan mampu menghemat hingga Rp 1,5 triliun per tahun.
“Bukan karena subsidi, kemudian keterjangkauan harga kita serahkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah.
"Tapi Pupuk Indonesia juga mempunyai tanggung jawab, pupuk yang kita produksi harus melalui proses yang lebih efisien,” tutup Rahmad.***