Kabar BUMN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif dan modern, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Hingga Mei 2025, BSI mencatat lonjakan transaksi remitansi sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total transaksi mencapai 700 ribu kali senilai Rp47 triliun.
Pertumbuhan ini merupakan hasil dari perluasan jaringan layanan remitansi BSI yang kini telah hadir di 13 negara dengan menggandeng 31 mitra internasional.
Baca Juga: ANTAM Bagikan 167 Hewan Kurban untuk Warga Sekitar Wilayah Operasi di Seluruh Indonesia
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan bahwa meningkatnya kerja sama lintas negara turut mendorong tren positif dalam transaksi remitansi.
“Perluasan kerjasama jaringan layanan membuktikan tren kenaikan transaksi remitansi, yakni 20% secara tahunan,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen BSI untuk menjangkau para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai negara.
Baca Juga: Harapan Baru untuk Suparjan: PT Timah Bangun Rumah Layak Huni di Bangka
BSI tidak hanya fokus pada jumlah transaksi, tetapi juga mengembangkan skema bisnis yang bervariasi.
Terdapat dua pendekatan utama yang digunakan, yakni model Business to Business (B2B) untuk transaksi antar perusahaan serta Business to Customer (B2C) yang mendukung aktivasi layanan digital langsung kepada pengguna.
Keduanya bertujuan untuk memperkuat fondasi layanan remitansi BSI di pasar global.
Baca Juga: Liburan ke Gunung Tangkuban Parahu? Ini Info Lengkap Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru
Negara-negara dengan volume transaksi remitansi tertinggi antara lain Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, disusul oleh sejumlah negara lain di Asia dan Eropa.
Di tiap negara, BSI menggandeng mitra lokal untuk memudahkan proses pengiriman uang.