Kabar BUMN – Komitmen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terhadap energi terbarukan kembali diwujudkan dengan diresmikannya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Timah Industri berkapasitas 303,1 kWp.
Proyek ini dikelola oleh anak usaha PTBA di bidang investasi energi bersih, PT Bukit Energi Investama (PT BEI), dan berlokasi di Kawasan Industri Cilegon.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT BEI sebagai investor, PT Krakatau Chandra Energy (KCE) selaku pengelola kawasan dan kontraktor EPC, serta PT Timah Industri sebagai pengguna energi.
Baca Juga: Bukit Asam Salurkan 292 Hewan Kurban, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat di Momen Idul Adha
Kehadiran PLTS ini menjadi bukti konkret langkah PTBA dalam mendukung transisi energi dan pemanfaatan energi bersih di Indonesia.
Dengan skema investasi Power Rental selama 25 tahun yang dilanjutkan dengan Build, Own, Operate, Transfer (BOOT), PLTS Timah Industri dirancang untuk memasok kebutuhan listrik PT Timah Industri secara berkelanjutan dan efisien.
Meski beroperasi secara off-grid, PLTS ini tetap terhubung ke jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di kawasan industri, menjamin kestabilan pasokan listrik.
Baca Juga: Kisah Petani Sawahlunto: Dari Tidak Tahu Apa-Apa, Kini Jadi Ahli Kopi Berkat Bukit Asam
PT BEI juga memegang penuh tanggung jawab dalam pengelolaan operasional dan pemeliharaan (O&M) PLTS ini.
“Pengoperasian PLTS Timah Industri ini merupakan salah satu komitmen PTBA dalam memperluas portofolio energi terbarukan kami,” ujar Turino Yulianto, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA.
“Melalui PT BEI, kami berinvestasi dalam proyek-proyek energi bersih yang tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan industri di Indonesia.”
Turino menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pendapatan PTBA sekaligus transformasi menuju perusahaan energi yang lebih bersih dan berwawasan lingkungan.
Visi besar PTBA adalah menjadi perusahaan energi kelas dunia yang turut berkontribusi dalam pencapaian Net Zero Emission pada 2060, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.