trending

Pupuk Kaltim Tembus ASEAN Risk Awards 2025 Lewat Praktik Manajemen Risiko Terintegrasi

Sabtu, 28 Juni 2025 | 14:30 WIB
Pupuk Kaltim raih nominasi ASEAN Risk Awards 2025 lewat praktik GRC dan TJSL unggulan, tunjukkan kepemimpinan dalam manajemen risiko berkelanjutan. (Dok. Pupuk Kaltim)

“Pupuk Kaltim pun menerapkan Model Tiga Garis serta Model Manajemen Risiko Terintegrasi (MRT), yang secara efektif mampu menghilangkan fragmentasi kebijakan dan pelaksanaan GRC di seluruh entitas grup,” tambah Soesilo.

Baca Juga: Saatnya Tumbuh Bersama UMKM! PT MUM Buka Lowongan Staf Pengembangan Kapasitas Usaha di Makassar

Transformasi digital juga menjadi pilar penting dalam perjalanan GRC Pupuk Kaltim. Mereka membangun ekosistem digital sebagai sistem saraf pusat yang menyatukan seluruh informasi penting dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.

"Ekosistem digital GRC kami bangun sebagai sistem saraf pusat yang menyatukan seluruh informasi penting, sehingga setiap fungsi dalam organisasi dapat bekerja secara terkoordinasi dan transparan,” jelas Soesilo.

Evaluasi terhadap sistem GRC dilakukan secara rutin dengan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Action). Pendekatan ini tidak hanya menjaga mutu, tetapi juga memperkuat upaya transformasi berkelanjutan.

Baca Juga: PT Timah Tanam Rumah Ikan di Perairan Tanjung Kubu, Nelayan Rasakan Dampak Positif

Dampaknya terlihat dari peningkatan skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang kini berada pada predikat “Highly Trusted”, serta Risk Maturity Index (RMI) tertinggi di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Pupuk Kaltim juga berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 37001, ISO 22301, serta kepatuhan penuh pelaporan LHKPN dan capaian IRCA 2024.

Menurut Soesilo, budaya GRC tidak bisa dibentuk hanya dari kebijakan formal. “Budaya GRC yang kuat tidak bisa dibentuk hanya dengan kebijakan di atas kertas. Harus ada proses pembelajaran, pemahaman dan pembiasaan di setiap level organisasi."

Baca Juga: Tiket Santai Dufan, Cara Hemat Liburan Seru Tanpa Buru-Buru!

"Makanya Pupuk Kaltim mengadopsi pendekatan humanistik dan partisipatif, agar semua insan perusahaan merasa memiliki terhadap integritas dan kepatuhan,” ujarnya.

Komitmen Pupuk Kaltim juga meluas ke ranah publik, salah satunya melalui program konservasi laut KILAU SAMUDERA yang dimulai sejak 2009 di perairan Bontang.

Program ini tak hanya edukatif dan inovatif, tapi juga mengadopsi prinsip keberlanjutan serta teknologi.

Baca Juga: PHE Dorong Pemanfaatan Teknologi CCS untuk Kurangi Emisi dan Capai Ketahanan Energi

Pupuk Kaltim memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) hingga 35.000 ton per tahun sebagai bahan baku media terumbu karang. Inisiatif ini dinilai mampu menekan biaya hingga Rp21 miliar sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini