Smart Green House Pupuk Kaltim Dorong Pertanian Modern dan Produktif di Kutai Timur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 21:45 WIB
Pupuk Kaltim hadirkan Smart Green House di Kutai Timur sebagai model pertanian modern yang produktif dan efisien, dukung ketahanan pangan lokal. (Dok. Pupuk Kaltim)
Pupuk Kaltim hadirkan Smart Green House di Kutai Timur sebagai model pertanian modern yang produktif dan efisien, dukung ketahanan pangan lokal. (Dok. Pupuk Kaltim)

Kabar BUMN - Untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertanian modern, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menghadirkan inovasi Smart Green House melalui program Pertanian Berkelanjutan Terpadu (PKT) Hidayatullah.

Program ini berlokasi di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun tata kelola pertanian yang presisi dan efisien.

Langkah awal dari pengembangan ini ditandai dengan penanaman perdana bibit melon Inthanon secara hidroponik menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation).

Baca Juga: Merantau Itu Perlu! Ini Alasan Kenapa Kamu Nggak Perlu Takut Coba Hidup di Tempat Baru

Sistem ini mendukung efisiensi pemakaian air dan nutrisi, sekaligus mengadopsi prinsip pertanian ramah lingkungan yang sesuai dengan semangat keberlanjutan.

Tidak hanya itu, Pupuk Kaltim juga memanen cabai rawit dan cabai merah keriting yang sebelumnya ditanam di lahan seluas 1,5 hektare.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, menjelaskan bahwa program ini telah dimulai sejak 2022 dengan pembentukan sawah surjan oleh Kelompok Tani Qoryah Mubarokah.

Baca Juga: PT Timah Tanam 500 Pohon di Bangka Barat sebagai Upaya Penghijauan Area Pascatambang

"Penanaman perdana bibit melon ini menjadi simbol dimulainya pemanfaatan smart green house untuk budidaya hortikultura yang lebih modern, efisien dan ramah lingkungan."

"Targetnya dalam dua hingga tiga bulan ke depan sudah menunjukkan hasil yang bisa dipanen oleh para petani," ujarnya.

Lendl juga menambahkan bahwa hasil panen cabai rawit telah mencapai 55 kilogram per panen, sementara cabai merah keriting mencapai 67 kilogram.

Baca Juga: DAMRI Targetkan 200 Bus Listrik, Perkuat Infrastruktur Charging Station sebagai Langkah Strategis

Ini menunjukkan keberhasilan program PKT Hidayatullah dalam meningkatkan hasil pertanian secara konsisten sejak Februari 2025.

"Ini menunjukkan jika pengelolaan program PKT Hidayatullah berhasil dengan hasil signifikan, sebagai upaya memperkuat kapasitas dan produktivitas sektor pertanian di tingkat lokal. Makanya smart green house jadi pengembangan melalui penerapan teknologi pertanian presisi," terang Lendl.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini