Kabar BUMN - Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terhadap pelestarian lingkungan kembali membuahkan hasil.
Perusahaan ini berhasil mempertahankan penghargaan Proper Daerah (Properda) peringkat Emas untuk ke-10 kalinya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, kepada Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Lingkungan Lewat Program Serayu Network
F Purwanto menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya menjadi prestasi perusahaan, tetapi juga mencerminkan filosofi keberlanjutan yang menjadi dasar strategi bisnis dan operasional Pupuk Kaltim.
“Bagi Pupuk Kaltim, capaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi refleksi konkret dari filosofi keberlanjutan yang tertanam dalam strategi bisnis dan operasional perusahaan. Baik dari sisi produksi maupun aspek pemberdayaan masyarakat,” ujar Purwanto.
Ia menambahkan, keberlanjutan adalah bagian dari strategi daya saing jangka panjang, terutama di tengah tantangan industri global yang semakin ketat.
Baca Juga: Banjir Hadiah dari MyPertamina! Tukar Poin BBM dan Dapatkan Mobil Hingga Paket Umrah
Pupuk Kaltim telah menerapkan berbagai langkah seperti efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan emisi, penerapan ekonomi sirkular, dan pengurangan penggunaan plastik.
“Hal ini ditunjang berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, yang dijalankan secara terintegrasi dalam menciptakan manfaat luas di Kota Bontang maupun Kalimantan Timur,” tegasnya.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah keberhasilan kelompok nelayan Kimasea dari Kelurahan Loktuan, Bontang Utara.
Baca Juga: Haruskah Makan Ikan Setiap Hari? Ini Jawaban dan Manfaatnya untuk Tubuhmu
Kelompok ini merupakan mitra binaan Pupuk Kaltim dalam program konservasi terumbu karang bertajuk Kilau Samudera.
Sejak dibina pada 2017, kelompok ini mendapatkan pelatihan, fasilitas konservasi, dan penguatan kelembagaan, hingga akhirnya menjadi contoh sukses konservasi berbasis masyarakat.