trending

Percepat Transisi Energi, Pupuk Indonesia Teken Dua MoU Penyediaan Gas Bumi dan Pemanfaatan CO2

Selasa, 15 Juli 2025 | 19:00 WIB
Pupuk Indonesia meneken MoU dengan dua anak usaha PT Energi Mega Persada (EMP) Tbk untuk mendukung ketahanan pangan. (pupuk-indonesia.com)

Rencana revitalisasi PIM, tambahnya, sangat bergantung pada kepastian pasokan gas untuk menjaga keberlanjutan operasional, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan efisiensi.

Baca Juga: Lebih Tinggi dari Tahun Lalu, Pupuk Indonesia Menempati Peringkat 69 Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2025

“Untuk bisa melakukan revitalisasi pabrik, kita membutuhkan dukungan suplai gas jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, MoU kedua diteken dengan PT Pema Global Energi (PGE) dan berfokus pada pemanfaatan emisi karbon dioksida.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan menjajaki peluang pengembangan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe, Aceh untuk produksi blue ammonia.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Pupuk Bersubsidi Demi Wujudkan Swasembada Pangan

Rahmad menyebutkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Ia berharap, kawasan ini kelak dapat menjadi sentra perdagangan clean ammonia dunia.

Saat ini, Pupuk Indonesia juga tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang untuk pengembangan hybrid green ammonia di Aceh.

Baca Juga: PT Pupuk Indonesia Niaga Buka Lowongan Magang BUMN Sebagai Staf SDM & Umum, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Bahkan, sedang dilakukan negosiasi agar fasilitas ammonia bunkering yang awalnya direncanakan di Singapura bisa dipindahkan ke Aceh.

“Sehingga tidak hanya memproduksi clean ammonia, tetapi kita juga bisa menjadikan Aceh menjadi pusat perdagangan dunia.

"Kami mohon doa dan dukungannya,” kata Rahmad.

Baca Juga: Pupuk Indonesia dan Kementan Kelola Lahan Rampasan Kejaksaan untuk Dukung Swasembada Pangan

Ia menambahkan, penandatanganan dua MoU ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pupuk Indonesia dalam mewujudkan visi Asta Cita pemerintah: menuju swasembada pangan dan membangun ekonomi hijau demi tercapainya target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Halaman:

Tags

Terkini