Tak hanya berdampak bagi lingkungan dan industri, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami percaya, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan industri untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, namun juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global energi bersih,” tutupnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama & CEO EMP, Syailendra S. Bakrie menyatakan dukungannya atas penjajakan kerja sama ini.
Ia optimistis pengembangan fasilitas CCS dan CCUS di Wilayah Kerja PGE dapat berkontribusi signifikan terhadap target pemerintah menuju NZE 2060.
”Dengan pengembangan fasilitas CCS dan CCUS di Wilayah Kerja PGE ini, kami berharap untuk dapat mendukung rencana pemerintah mencapai target Net Zero Emission di tahun 2060.
"Pada kuartal pertama tahun ini, Wilayah Kerja PGE telah memproduksi sekitar 45 juta kaki kubik gas per hari dan 1.033 barel minyak per hari.
"Blok tersebut juga mengoperasikan cadangan terbukti & terukur sebesar 159 miliar kaki kubik gas dan 10,8 juta barel minyak,” jelas Syailendra.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama & CFO EMP, Edoardus Ardianto menegaskan bahwa EMP Gebang Limited siap mendukung kebutuhan bahan baku industri pupuk melalui penyediaan pasokan gas secara berkelanjutan bagi Pupuk Indonesia.
Baca Juga: Kolaborasi Global Jadi Fokus Pupuk Indonesia Wujudkan Ketahanan Pangan di Forum Internasional
Ia menyebut bahwa pihaknya akan mempercepat proses produksi gas untuk menjawab kebutuhan tersebut.
”Dari diskusi sebelumnya kami mengerti bahwa Pupuk Indonesia membutuhkan sekitar 100 juta kaki kubik gas per harinya untuk pengoperasian pabrik-pabrik.
"Gebang diharapkan dapat memulai produksi gasnya sekitar 40 juta kaki kubik per hari di tahun 2027.
Baca Juga: Daftar Pemenang Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2024 Telah Diumumkan!