Menanggapi berbagai masukan, ASDP menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan secara menyeluruh.
Mulai dari digitalisasi sistem tiket, validasi manifest, penataan kawasan pelabuhan, hingga edukasi publik tentang pentingnya menggunakan tiket resmi dan mencantumkan identitas sah saat membeli tiket.
ASDP juga memperkuat kolaborasi dengan aparat kepolisian, KSOP, dan otoritas pelabuhan untuk menindak tegas praktik percaloan yang meresahkan.
Langkah ini dianggap penting demi menjaga ketertiban di pelabuhan dan memastikan keadilan layanan bagi seluruh pengguna jasa.
Ferizy, sebagai platform resmi penjualan tiket ferry, hanya mencatat data yang diinput langsung oleh penumpang.
Baca Juga: Penyeberangan Ramai Saat Libur Sekolah, ASDP Catat 558 Ribu Tiket Diskon Terjual
Oleh karena itu, ASDP kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi, karena selain melanggar hukum, hal ini juga berisiko membuat data penumpang tidak tercatat dalam manifest dan kehilangan hak atas asuransi jika terjadi kecelakaan.
ASDP mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya edukasi publik mengenai pentingnya sistem tiket resmi dan keakuratan data penumpang.
Keselamatan hanya bisa terwujud jika seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan didukung kesadaran kolektif dari semua pihak.***