Kabar BUMN - Meninggalkan pekerjaan mapan di industri migas bukanlah keputusan yang mudah. Namun, hal itu justru menjadi titik balik bagi Hadi Sugianto, pria 45 tahun asal Kalimantan Timur.
Setelah 13 tahun bekerja di sektor migas, ia memilih banting setir menjadi petani dan kini sukses meraih omzet hingga ratusan juta rupiah dari hasil panennya.
Hadi memutuskan beralih ke dunia pertanian sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.
Baca Juga: Hadiah Spektakuler Menantimu! Tukarkan Telkomsel Poin Sebelum Akhir Juli
Ia mulai dengan mengelola lahan milik mertuanya dan meminjam dua hektar lahan tetangga untuk menanam padi.
Pada panen pertama, ia hanya mampu memanen 30 persen dari total lahan, penghasilan yang didapat pun hanya cukup untuk menutup biaya produksi.
“Waktu itu saya hampir putus asa, kok hasil pertanian hanya segini-segini aja,” kenang Hadi.
Baca Juga: Praktis dan Terjangkau! Layanan Bus DAMRI Bandung–Soetta Kini Hanya Rp150.000
Namun, kegagalan tersebut justru memacunya untuk memperdalam ilmu pertanian. Ia mulai rajin mengikuti pelatihan dan pertemuan-pertemuan yang membahas teknik pertanian modern.
Dari situ, ia mengenal produk Pupuk Kaltim dan program pendampingan Agrosolution yang menawarkan pertanian berbasis data dan kebutuhan.
Sejak bergabung dengan Agrosolution pada 2024, Hadi mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pengukuran pH tanah, teknik pemupukan yang disesuaikan dengan musim, hingga penggunaan pupuk hayati seperti Ecofert dan Biodex.
Baca Juga: Padongko: Pantai Cantik yang Cuma 5 Km dari Pelabuhan Garongkong
Ia juga menerapkan sistem pertanian organik secara bertahap.
“Sudah tiga musim tanam ini saya coba terapkan 25 persen organik. Hasilnya, kalau biasanya saya penyemprotan itu seminggu sekali, sekarang cukup 10 hari sekali,” katanya.