"Kami percaya dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman kami sama seperti yang kami lakukan di Uni Emirat Arab, di mana kondisinya cukup ekstrem untuk panas, lembab, dan berdebu.
"Kami memahami tantangan yang mungkin ditimbulkan faktor-faktor ini terhadap kinerja amunisi, dan kami siap memenuhinya,” jelas Nicola Bandini.
Kerja sama strategis ini diharapkan mampu mendorong pengembangan fasilitas produksi modern, otomatisasi industri, dan transfer teknologi, sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia di masa depan.***