Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan 31 Rumah Singgah di stasiun-stasiun terpencil yang ditujukan untuk tempat istirahat bagi para pekerja, terutama yang bertugas di lokasi dengan kondisi geografis menantang.
Kehadiran Rumah Singgah ini bukti komitmen KAI dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja operasional di berbagai lokasi strategis.
Dirancang agar bisa menjadi tempat istirahat yang aman dan nyaman, Rumah Singgah KAI tersebut tersebar di wilayah Divisi Regional (Divre) III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang.
Baca Juga: BULOG Salurkan 8 Ribu Ton Beras SPHP, Harga Medium Alami Penurunan di 196 Daerah
Di Divre III Palembang, terdapat 16 Rumah Singgah, sementara di Divre IV Tanjungkarang terdapat 15 Rumah Singgah.
Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pekerja yang sering bertugas pada jam malam atau di stasiun yang sulit dijangkau, sehingga mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh yang berisiko setelah jam kerja.
Menurut Vice President Public Relations KAI Anne Purba, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting mengingat beberapa stasiun KAI berada di daerah yang sangat terpencil, bahkan di tengah hutan.
Baca Juga: Khas Parapat Hotel Turut Sukseskan The Lake Toba GP 2025, Hadir sebagai Official Catering
“Tanpa Rumah Singgah, pekerja harus menempuh perjalanan panjang di malam hari yang penuh risiko, mulai dari tindak kejahatan hingga ancaman binatang buas,” jelas Anne.
Ia menambahkan, “Dengan adanya Rumah Singgah, mereka dapat beristirahat dengan tenang, lebih aman, dan lebih siap untuk bekerja.”
Selain memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi pekerja, Rumah Singgah juga berdampak langsung terhadap kelancaran operasional angkutan barang, khususnya angkutan batu bara di Sumatra Bagian Selatan.
Baca Juga: BI Rate Turun, Bank Mandiri Perkuat Peran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pada periode Januari–Juli 2025, angkutan batu bara menjadi tulang punggung layanan angkutan barang KAI dengan kontribusi 82,83% dari total volume, yakni 32.496.076 ton dari total 39.231.134 ton.
Angkutan batu bara yang terpusat di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang memberikan kontribusi pendapatan signifikan bagi perusahaan.