trending

BSI Catat Laba Rp5,57 Triliun di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

Minggu, 2 November 2025 | 12:30 WIB
BSI catat laba Rp5,57 triliun di Triwulan III 2025 dengan pertumbuhan emas dan haji sebagai penggerak utama, didukung digitalisasi dan kebijakan ekonomi pemerintah. (Dok. BSI)

Baca Juga: PHSS Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir di Muara Badak

Tabungan Emas juga meningkat signifikan dengan saldo kelolaan mencapai 1,15 ton dan 200 ribu rekening aktif.

Pertumbuhan pembiayaan emas turut mendongkrak pembiayaan konsumer BSI yang naik 15,02% menjadi Rp167,62 triliun.

Sementara sektor-sektor produktif seperti telekomunikasi, agrobisnis, dan transportasi masih menjadi penyumbang utama pembiayaan wholesale. Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan NPF Gross membaik ke posisi 1,86%, lebih baik dibandingkan rata-rata industri.

Baca Juga: Tips Terbang Nyaman dengan Maskapai Budget atau Low Cost Carrier

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat infrastruktur digital.

“Tak hanya inovasi, kami juga akan memaksimalkan infrastruktur IT dan digital untuk memperluas coverage dan meningkatkan profitabilitas,” ujarnya.

Ia optimistis peningkatan kapasitas IT akan membuat BSI lebih siap melayani nasabah dana maupun pembiayaan, yang kini jumlahnya telah mencapai 22,6 juta orang.

Baca Juga: Yuk Gabung! Magang Reporter di Bisnis Indonesia, Buka hingga Akhir November 2025

Transformasi digital ini terbukti mendorong pertumbuhan pesat. Pengguna aplikasi BYOND by BSI melonjak 164% menjadi 5,23 juta user.

Infrastruktur layanan juga bertambah dengan 5.859 ATM/CRM, 126 ribu BSI Agen, 22 ribu BSI EDC, 527 ribu merchant QRIS, dan 34 ribu pengguna BEWIZE.

BSI juga menghadirkan portal Salam Digital untuk mempercepat proses pengajuan pembiayaan mikro secara daring, yang mendorong pembiayaan UMKM mencapai Rp50,25 triliun.

Baca Juga: Sinergi Energi dan Pangan: Pertamina EP Jatibarang Bersama Serikat Tani Indramayu Perkuat Komunikasi untuk Keberlanjutan

BSI juga berperan besar dalam mendukung Asta Cita Pemerintah. Anggoro Eko Cahyo menyebut, BSI sebagai bank syariah terbesar berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama pertumbuhan nasional.

Melalui berbagai inisiatif seperti hilirisasi emas, pembiayaan KUR Syariah Rp25 triliun, penyaluran KPR FLPP 22 ribu unit rumah, serta program sosial seperti Makan Bergizi Gratis dan ekonomi hijau, BSI terus memperkuat kontribusinya.

Halaman:

Tags

Terkini