Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Baca Juga: KAI Bandara Perkuat Layanan Inklusif Lewat Pelatihan Khusus untuk Petugas Srilelawangsa
Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah menggunakan Biosolar B40 sebagai bagian dari transisi energi bersih serta dekarbonisasi transportasi berbasis rel, selaras dengan target Net Zero Emission 2060.
Dalam rencana jangka panjang, KAI menargetkan pertumbuhan angkutan barang sebesar 15% pada 2029, termasuk proyeksi 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara.
Untuk mendukung target tersebut, KAI mengembangkan infrastruktur logistik strategis, seperti Terminal Tarahan II yang dapat menambah kapasitas hingga 18 juta ton dan peningkatan fasilitas bongkar-muat Kertapati hingga 7 juta ton.
Baca Juga: Kolaborasi NeutraDC dan AMD Dorong Penguatan Infrastruktur AI di Asia Tenggara
Sumatra Selatan diproyeksikan memberi kontribusi tambahan 27,8 juta ton dan menjadi pusat ekspansi angkutan barang berbasis rel. Penguatan sarana dan infrastruktur ini menjadi fondasi bagi tumbuhnya sektor logistik secara nasional.***