"Keselamatan proses giling dari hari pertama sampai terakhir harus dijaga. Termasuk pengawalan pencegahan kebakaran karena saat el nino ini rawan. Prioritas adalah keselamatan karyawan serta kerja sama dengan petani untuk menjaga tebunya," ungkapnya.
Baca Juga: Kolaborasi, Kilang Pertamina Unit Balikpapan Edukasi Pelajar Tentang Mengatasi Bahaya di Pantai
Kemudian Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo menyatakan bahwa momentum musim giling tebu tahun ini sangat penting untuk menentukan pencapaian produksi gula nasional pada tahun 2023.
Menurutnya, rencana produksi gula konsumsi pada musim giling tahun ini adalah sebesar 2,6 juta ton, dengan kebutuhan gula nasional di angka 3,4 juta ton setahun.
"Untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 3,4 juta ton memang masih diperlukan pengadaan dari luar. Namun perlu kita apresiasi bahwa tahun ini rencana impor lebih kecil dari tahun lalu yang berada di posisi lebih dari 1 juta ton. Ini merupakan langkah awal yang baik dalam mewujudkan swasembada gula," tuturnya.***