Hingga 2025, Kampung Madani telah hadir di 20 titik di berbagai daerah di Indonesia dan memberikan manfaat kepada 4.603 warga, yang terdiri dari nasabah Mekaar, keluarga, serta masyarakat sekitar.
Baca Juga: Libur Panjang Telah Berakhir, Begini Cara Mengembalikan Semangat untuk Bekerja dan Bersekolah
Program ini ditujukan untuk membangun ekosistem usaha lokal yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Dalam implementasinya, Kampung Madani mengedepankan pendekatan klasterisasi usaha.
Sepanjang 2025, PNM telah menyelenggarakan 539 kegiatan klasterisasi yang melibatkan lebih dari 10.000 nasabah.
Baca Juga: TASPEN Perkuat Budaya Integritas, Canangkan Target Zero Fraud 2026 Lewat Integrity Talk
Melalui skema ini, pelaku UMKM dikelompokkan berdasarkan jenis usaha agar dapat berkolaborasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar secara kolektif.
PNM juga memperkuat fondasi usaha nasabah melalui peningkatan literasi.
Tercatat, sebanyak 66 kegiatan literasi keuangan dan literasi usaha telah dilaksanakan dan menjangkau lebih dari 38.000 nasabah.
Kegiatan tersebut membekali nasabah dengan pemahaman pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, hingga pemanfaatan peluang pasar, termasuk pasar digital, sehingga usaha dapat tumbuh lebih terarah dan berdaya tahan.
Dampak sosial dari program pemberdayaan PNM mulai dirasakan secara nyata di tingkat akar rumput.
Banyak nasabah yang sebelumnya hanya mampu bertahan secara subsisten kini memiliki usaha yang lebih stabil dan produktif.
Baca Juga: Gua Binsari, Biak, Lubang Kematian 3.000 Tentara Jepang di Indonesia Timur
Hasil riset BRI Research Institute (2024) menunjukkan ketahanan keuangan nasabah Mekaar meningkat signifikan, dari sebelumnya hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu, menjadi satu hingga dua bulan setelah memperoleh dukungan pembiayaan serta modal intelektual dan sosial dari PNM.