Sementara itu, Marsda TNI Suryanto menyampaikan, “Kami bersyukur bahwa program restorasi pesawat CN235-100M A-2305 yang telah berhasil diselesaikan dan kini siap kembali memperkuat kesiapan operasional TNI AU.
Baca Juga: BTN Buka Lowongan Strategis untuk Lulusan S1, Posisi Pengembangan Pembelajaran
"Mengingat kesiapan alutsista Skadron Udara 27 masih sangat terbatas, sehingga selesainya restorasi pesawat ini diharapkan dapat segera memperkuat jajaran Grup Angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua.”
Program restorasi A-2305 diarahkan untuk mengaktifkan kembali pesawat sebagai platform angkut taktis yang relevan dengan kebutuhan operasi TNI AU serta kompatibel dengan sistem pertahanan udara modern.
Selain mendukung misi operasi militer, pesawat ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana sesuai kebutuhan nasional.
Baca Juga: Aksi Tanggap Bencana, Patra Jasa Group Bantu Penyintas Banjir di Aceh dan Sumatra
Dalam rangkaian penyelesaian restorasi, pesawat CN235-100M A-2305 telah memperoleh Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026, serta customer acceptance pada 8 Januari 2026.
Pelaksanaan program ini didukung oleh mayoritas sumber daya manusia muda PTDI, mencerminkan kematangan proses regenerasi engineer nasional.
Hal ini sekaligus menegaskan sinergi berkelanjutan antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI dalam memperkuat kemampuan serta kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Baca Juga: Harga Tiket Masuk Grojogan Sewu 2026, Masih Ramah untuk Liburan Keluarga
Keberhasilan restorasi A-2305 diharapkan menjadi benchmark bagi modernisasi teknologi alutsista nasional lainnya melalui peningkatan dan pemeliharaan pesawat di dalam negeri.***