Salah satu teknologi yang diterapkan adalah batch drilling untuk operasi pengeboran di darat (onshore). Teknologi ini menjadi solusi untuk mempercepat proses pengeboran sekaligus menekan biaya.
Baca Juga: Bank Mandiri Cairkan Dividen Interim Rp9,3 Triliun untuk Pemegang Saham
Batch drilling merupakan metode pengeboran beberapa sumur dari satu lokasi yang sama dengan tahapan pekerjaan yang dilakukan secara berurutan.
Penggunaan drilling rig dengan sistem skidding atau walking memungkinkan pemindahan menara dan peralatan dari satu sumur ke sumur lainnya tanpa perlu pembongkaran peralatan. Penerapan teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasi.
General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Pertamina EP Zona 4 serta para pemangku kepentingan yang mendukung pencapaian tersebut.
Baca Juga: 4 Spot Populer untuk Menikmati Beragam Menu dari Matcha di Bandung
"Pencapaian ini menunjukkan kinerja operasi Zona 4 yang semakin solid dari tahun ke tahun, didukung inovasi teknologi dan kolaborasi seluruh fungsi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional," ucap Djudjuwanto, Selasa (13/1/2026).
Kinerja positif produksi migas sepanjang 2025 juga diiringi dengan keberhasilan menjaga keselamatan kerja. PEP dan PHE Zona 4 berhasil mempertahankan kinerja tanpa kecelakaan kerja atau zero accident.
Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi yang aman dan bertanggung jawab.
Setiap peningkatan produksi dijalankan dengan mengedepankan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).
Prinsip ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menjaga keselamatan pekerja serta keberlanjutan lingkungan.
“Keselamatan adalah budaya di Pertamina. Safety first. Capaian tahun ini membuktikan bahwa peningkatan produksi migas dapat berjalan seiring dengan komitmen kuat terhadap keselamatan,” tutup Djudjuwanto. ***