Kegiatan ini meliputi tur keliling kota hingga partisipasi dalam Sashiko Workshop.
Baca Juga: Manfaatkan Transaksi Sehari-hari, Rejeki wondr BNI Siapkan Hadiah Mercedes-Benz
Para finalis juga mengikuti talkshow bertema “Refleksi Kota & Asa Madani” bersama Iqbal Raisid (Iqbalbalqi), produser Vindes, serta Aco Tenriyagelli (acotenri), sutradara film “Suka Duka Tawa untuk Tujuan”.
Diskusi ini mendorong peserta membangun perspektif baru dalam proses berkarya.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, menegaskan bahwa MVP dirancang bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan sarana pembelajaran dan refleksi bagi generasi muda.
Baca Juga: Transportasi Limbah B3 via Kereta Api KAI Logistik Terus Menunjukkan Tren Positif
“Kami melihat kreativitas anak-anak SLTA hari ini bukan hanya soal teknis pembuatan video, tetapi bagaimana mereka menggunakan konten sebagai cara membaca kondisi, menangkap realitas, dan menyampaikan pesan dengan empati.
"MVP kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang menumbuhkan perspektif,” ujarnya.
PNM memandang konten visual sebagai alat refleksi untuk menafsirkan kota, kehidupan, dan harapan yang sejalan dengan semangat Asa Madani, yang menggambarkan PNM sebagai institusi yang terus menghadirkan harapan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia melalui sentuhan yang “madani”.
Baca Juga: Update 2026: Harga Tiket dan Jam Operasional Taman Safari Prigen Terbaru
“PNM memberi sentuhan madani itu, karena kami percaya dari karya-karya ini akan lahir generasi muda yang lebih peka dan berdaya,” tutupnya.
Seluruh rangkaian winner tour difasilitasi sepenuhnya oleh PNM, mulai dari tiket pesawat, akomodasi hotel, hingga kepulangan peserta tanpa dipungut biaya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya PNM mengenalkan program pemberdayaan sejak dini kepada para pelajar, yang diharapkan kelak dapat berperan sebagai garda terdepan pemberdayaan di lapangan, khususnya sebagai Account Officer (AO).***