Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertegas perannya dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program pembiayaan ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan usaha petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
Manfaat KUR BRI dirasakan langsung oleh Syiro Judin Abbas, Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan di wilayah Jakarta Utara.
Baca Juga: Bangun Pengalaman Industri Lewat Magang Digital Learning BNI di Jakarta Barat, Cek Informasinya!
Ia telah lama menggeluti usaha pertanian padi sawah dan saat ini mengelola lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Setelah menempuh pendidikan di Jawa Timur, Syiro memutuskan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan usaha pertanian sekaligus mengembangkan peternakan kambing.
Pada fase awal pengembangan usaha, keterbatasan modal menjadi kendala utama yang dihadapi.
Kondisi tersebut membuat petani kerap bergantung pada tengkulak atau bakul setempat, sehingga posisi tawar petani menjadi lemah, termasuk dalam penentuan harga gabah yang dijual.
Situasi mulai berubah ketika Syiro mendapatkan informasi mengenai program KUR dari penyuluh pertanian setempat.
Sejak memanfaatkan KUR BRI, pengembangan usaha pertaniannya dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada sumber pembiayaan informal.
Seiring meningkatnya skala usaha, plafon pembiayaan yang diterima Syiro juga mengalami peningkatan, dari awal Rp8 juta hingga mencapai Rp20 juta.
Baca Juga: Rakernas PNM 2026 Perkuat Aksi Sosial, Bantuan Rp1 Miliar Mengalir ke Aceh
Dana tersebut digunakan sepenuhnya sebagai modal kerja pertanian, mencakup pengolahan lahan, pembelian benih dan pupuk, hingga perawatan tanaman padi.
Keberadaan KUR dinilai sangat penting, terutama ketika petani menghadapi risiko serangan hama dan penyakit tanaman di tengah keterbatasan kondisi keuangan.