Dalam hal akses layanan, nasabah diminta untuk Kunjungi Alamat Resmi BNIdirect agar terhindar dari situs palsu yang menyerupai layanan perbankan.
Baca Juga: Pengembangan MNK Digenjot PHR, Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jika membutuhkan bantuan, nasabah dapat menghubungi Service Action Team (SAT) melalui kanal resmi yang telah disediakan.
Tak kalah penting, nasabah juga diminta untuk Amati Detail Transaksi sebelum melakukan otorisasi guna memastikan tidak terjadi kesalahan maupun potensi penyalahgunaan.
Okki menegaskan bahwa keamanan transaksi digital tidak hanya bergantung pada sistem yang disediakan oleh bank, tetapi juga pada kesadaran pengguna dalam menjaga data serta aktivitas keuangannya.
Baca Juga: Pantai Tanjung Bloam di Lombok Timur Tawarkan Pesona Tiada Duanya
“BNI mendorong seluruh nasabah untuk berperan aktif menjaga keamanan transaksi. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pemanfaatan kanal resmi, ekosistem perbankan digital yang aman dan terpercaya dapat terwujud,” katanya.
Ke depan, BNI memastikan akan terus memperkuat sistem keamanan sekaligus mengintensifkan edukasi kepada nasabah guna menghadapi perkembangan modus kejahatan siber yang semakin kompleks.
Sebagai penutup, kehadiran panduan PERIKSA menjadi langkah penting dalam membangun budaya transaksi digital yang aman, di mana kolaborasi antara perbankan dan nasabah menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan serta keberlanjutan ekosistem keuangan digital.***