trending

KAI dan Pemerintah Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang, 172 Titik Berisiko Segera Ditutup

Kamis, 7 Mei 2026 | 13:00 WIB
Penutupan perlintasan sebidang wujud nyata komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat. (DOK. KAI)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar Kick Off Meeting Penanganan Perlintasan Sebidang di Ballroom Jakarta Railways Center, Jakarta, Selasa (5/5).

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah lintas sektor dalam mempercepat peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini tercatat terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia.

Baca Juga: Tiket Whoosh Murah Lagi, Promo Online Berakhir Hari Ini

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 titik menjadi fokus penanganan.

Sebanyak 172 perlintasan diarahkan untuk ditutup karena kondisi yang terbatas, sementara 1.638 titik lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.

Data periode 2023 hingga 2026 menunjukkan terdapat 948 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang.

Baca Juga: Rekrutmen BTN Dibuka Sampai 11 Mei 2026, Simak Detailnya

Sekitar 80 persen kejadian tercatat terjadi di perlintasan yang belum memiliki penjagaan.

Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah percepatan penanganan yang lebih terarah dan terkoordinasi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi nasional.

Baca Juga: Promo Spesial Pengguna Baru DAMRI Apps, Nikmati Diskon 50% untuk Transaksi Pertamamu

“Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Perlintasan sebidang adalah titik temu dua sistem transportasi dengan pola operasi berbeda.

"Kereta tidak dapat berhenti mendadak, sementara lalu lintas jalan bersifat dinamis. Jika tidak dikelola dengan baik, risikonya sangat tinggi,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini